Serangan 2 Bom Motor Tewaskan 39 Warga Pakistan

Foto : news.yahoo.com

Peshawar, Sayangi.com – Dua serangan bom sepeda-motor bunuh diri dengan selang waktu beberapa menit di luar masjid-masjid Syiah di sebuah kota bergolak Pakistan dekat perbatasan dengan Afghanistan, Jumat (26/7), menewaskan sedikitnya 39 orang, kata sejumlah pejabat.

Ledakan pertama terjadi beberapa meter dari sebuah masjid Syiah di dekat pasar yang ramai di Parachinar, ibu kota kawasan suku Kurram, yang disusul tak lama kemudian dengan pemboman kedua di dekat sebuah masjid lain di kota itu.

Riaz Mahsud, kepala daerah Kurram, mengatakan, 39 orang tewas dan 72 lain cedera, dan serangan-serangan itu dilakukan oleh pembom bunuh diri bersepeda-motor.

“Beberapa dari mereka yang terluka masih dalam kondisi kritis dan dipindahkan ke rumah sakit utama di Parachinar,” katanya.

Kedua ledakan itu terjadi menjelang matahari terbenam ketika masyarakat memadati kawasan pasar untuk membeli makanan bagi keperluan buka puasa merek.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Muslim Syiah berjumlah lebih dari 10 persen dari penduduk Pakistan yang mencapai 180 juta jiwa.

Parachinar merupakan tempat tinggal sejumlah besar komunitas Syiah yang sebelumnya telah menjadi sasaran serangan militan Sunni.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011. (MARD/Reuters)