Raul Castro Janjikan Transisi Kekuasaan Pada Revolusioner Muda

Foto: cnn.com

Kuba, Sayangi.com – Dalam pidato perayaan 60 tahun awal Revolusi yang tidak dihadiri Fidel Castro, Presiden Kuba Raul Castro mengatakan, dirinya akan memulai transisi kekuasaan secara bertahap pada generasi muda. 

“Para revolusioner memberikan jalan bagi generasi baru yang akan menjaga sosialis yang ideal tetap bertahan,” kata Castro. Sejumlah pemimpin Amerika Latin turut hadir di Santiago dalam perayaan kegagalan serangan barak Moncada 26 Juli 1953 silam yang dilihat sebagai awal dari revolusi pimpinan Fidel Castro.

Mereka yang hadir diantaranya adalah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Nikaragua Daniel Ortega, dan pemimpin Uruguay Jose Mujica.
Presiden Uruguay Mujica, yang juga mengangkat senjata revolusi di negaranya mengatakan revolusi Kuba memberikan negara Amerika Latin lainnya kepercayaan diri bangsa.

“Ini adalah revolusi bermartabat. Memberikan kami mimpi,” katanya. Dia juga sempat bertemu secara pribadi dengan Fidel Castro pada Rabu lalu. Dalam pertemuan tersebut, dia mengatakan bahwa Castro terlihat termakan usia tetapi tetap memiliki pemikiran yang brilian dan muda. Fidel Castro sendiri mundur dari kekuasaan di tahun 2008 menyusul serangkaian masalah kesehatan. Dia juga tidak hadir dalam perayaan tahun ini.

Dalam perayaan tahun ini, Presiden Raul Castro yang melakukan serangkaian perubahan ekonomi dan politik, memberikan penghormatan untuk kakak lelakinya dan revolusi. “Generasi bersejarah akan memberikan jalan bagi generasi baru, dengan keyakinan yang tenang dan hikmat, berdasarkan persiapan dan kemampuan untuk menjaga bendera revolusi dan sosialisme tetap terbang tinggi,” katanya kepada kerumunan massa.

Perayaan revolusi 26 Juli menandakan pertempuran pertama revolusi Kuba saat Fidel, bersama Raul, memimpin serangan barak Moncada. Serangan itu berhasil dipukul mundur oleh militer pimpinan diktator Fulgencio Batista dan Castro bersaudara dikirim penjara dan kemudian dibebaskan tahun 1955.

Castro kemudian bertemu dengan dr. Che Guevara dari Argentina dan membangun kembali pasukan pemberontakan sampai akhirnya pada Januari 1959 rezim Batista berhasil digulingkan. (FIT/bbc)