Bentrokan Mesir Mencuat, 8 Orang Tewas, Ratusan terluka

Foto: washingtonpost

Kairo, Sayangi.com РAksi massa masyarakat Mesir meluas dan diawasi militer secara penuh. Gerakan ikhwanul muslimin dianggap sebagai gerakan teroris. Sementara demonstrasi yang sebagian besar damai, di kota pantai Alexandria dan Kairo Sabtu (27/7) pagi justru menjadi demonstrasi paling mematikan. Delapan orang tewas dan 140 orang terluka menurut laporan pemerintah. Sementara menurut laporan ikhwanul muslimin, sebanyak 300 orang terluka. Tuduhan pembunuhan dan kasus korupsi kepada Mohammed Mursi, presiden yang digulingkan melalui kudeta militer menandai langkah hukum pertama negara terhadap Mursi yang telah ditahan tanpa bisa berkomunikasi. 

Pasukan keamanan menyerang Ikhwanul muslimin yang duduk di luar masjid Rabaa al-Adawiya, Kairo timur pada sekitar pukul 3 pagi hari Sabtu (27/7). Aparat menembakkan meriam air dan gas air mata serta peluru tajam yang menewaskan delapan orang dan melukai ratusan lainnya, kata kelompok itu. Al-Jazeera menayangkan rekaman jaringan televisi dan menunjukkan deretan ambulans bergerak melalui kerumunan pendukung Morsi di Kairo timur.

Pada Jumat malam, menteri dalam negeri Mesir dan presiden sementara telah memperingatkan dalam panggilan telepon kepada stasiun televisi al-Hayat bahwa demonstrasi pro Mursi akan segera ditutup paksa oleh militer.

“Aksi pendudukan ini akan berakhir segera, dalam batas-batas hukum,” kata Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim dalam salah satu saluran televisi. “Kami tidak bisa menerima kekacauan keamanan, pemblokiran jalan serta jembatan yang diblokir. Kami tidak bisa menerima serangan terhadap properti publik,” tambahnya.

“Negara harus menegakkan kedaulatannya,” kata presiden sementara Adly Mansour dalam telepon terpisah. Dia mendesak para pendukung Morsi untuk kembali ke rumah agar tidak lagi ada yang mengejar mereka dengan menembakkan peluru jika mereka mau pulang ke rumah.

Dalam beberapa hari mendatang, kata dia, orang Mesir akan melihat bahwa terorisme akan menurun dan bahwa negara akan menghadapi seluruh kekerasan sampai tuntas.

Sebelumnya, pada hari Jumat, kekuasaan kehakiman mengumumkan jaksa sedang menyelidiki tuduhan bahwa Mursi bersekongkol dengan militan Islam Palestina Hamas, sebuah organisasi yang pada 2011 membebaskan dirinya dan sekitar 30 oran anggota ikhwanul muslimin lainnya di tengah kekacauan penggulingan Hosni Mubarak.

Tuduhan itu juga mencakup pembunuhan dan penculikan sehubungan dengan penjara barat laut Kairo, di mana jaksa mengatakan orang-orang bersenjata Hamas menyerang fasilitas atas perintah Mursi dan ikhwanul muslimin hingga menewaskan 14 penjaga.

Ikhwan dan Hamas secara terpisah membantah tuduhan tersebut. Ikhwan mengatakan warga setempat melakukan serangan untuk membebaskan keluarga mereka.

“Tuduhan tidak lebih dari upaya pemimpin kudeta militer untuk mencegah masyarakat mendukung legitimasi presiden Mohammed Mursi,” kata Alaa Abdel-Aziz, yang menjabat sebagai menteri kebudayaan Mursi sampai ia dan anggota kabinet dari ikhwanul muslimin digulingkan pada hari kudeta.

Tuduhan bahwa Presiden Mesir yang terpilih telah bekerja sebagai mata-mata untuk Hamas adalah tuduhan konyol. Menurutnya, ini adalah taktik lama. “Mereka mengingatkan saya pada tahun 50an dan 60an. mengacu pada kekuasaan militer Gamal Abdel Nasser, di mana Ikhwanul Muslimin ditindas,” katanya.

Demonstran pro Mursi pertama diserang Jumat di Alexandria ketika pria berpakaian preman menerobos garis protes mereka, menyerang mereka dengan batu dan peluru karet, kata saksi. (FIT/Washingtonpost)