Bima Arya: Insya Allah Saya Selalu Dekat Dengan Rakyat

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Bima Arya Sugiarto, yang merintis karir di Partai Amanat Nasional (PAN) sejak 1998 dan kini mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bogor, meluncurkan buku berjudul, “Titik Balik Bima Arya” di Aula Universitas Paramadina Sabtu (27/7) sore.

Baginya peluncuran buku kali ini tak sekadar peluncuran buku, melainkan juga sebagai fakta integritas dirinya. “Buku ini adalah fakta integritas saya. Fakta bahwa Insya Allah saya selalu dekat dengan rakyat. Saya akan selalu membaur dengan rakyat dan bahwa saya tidak akan korupsi,” ujarnya.

Beberapa sahabat dan kerabat hadir dalam peluncuran buku ini, termasuk Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Eko Patrio, Arzetti Bilbina, dan Olla Ramlan,  Jumhur Hidayat, Bursah Zarnubi, Felix Wanggai, Burhanuddin Muhtadi, Yuddi Chrinandi, dan Putra Jaya.

Dalam kesempatan itu, Hatta Rajasa memberikan testimoni tentang sosok Bima Arya. Menurutnya, Bima merupakan sosok anak muda yang mengagumkan dan berharap Bima bisa menjadi tokoh bangsa.

“Bima Arya mengingatkan saya akan Satria Pandawa Lima. Saya pengagum wayang, hampir tidak ada karakter wayang yang tidak saya baca. Werkudoro atau Bima punya watak yang tegas, keras dan lugas. Tapi Bima yang ini tidak persis seperti Bima dalam Pandawa. Bima ini ada watak Arjunanya, charming, punya daya tarik dan banyak yang jatuh hati. Bima juga mewarisi watak Yudhistira, jujur, apa adanya, tidak suka berbohong walaupun politik kita saat ini sedang bobrok,” ujar Hatta Rajasa.

Sementara itu, senior Bima Arya yang juga hadir dalam acara tersebut, Bursah Zarnubi mengatakan, Bima adalah anak muda yang potensial sebagai seorang pendidik dan politisi.

“Dia akan menjadi ‘sesuatu’ ke depan. Insya Allah kalau dia menang menjadi Wali Kota Bogor, jangan lupa sebagai pendidik, jangan lupa menjadi politisi yang benar,” kata Bursah.

“Saat ini, 55 persen rakyat tidak percaya politik. Sedikit orang seperti Bima. Ini menjadi modal untuk Bima. Dia punya moral, kekuatan sebagai politisi dan intelektual yang kuat. Dia paduan intelektual dan politisi tulen,” jelas Ketua Umum DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan ini menggambarkan sosok Bima Arya.

Sahabat Bima Arya lainnya, Eko Patrio pun turut memberikan testimoni di hari peluncuran buku sahabatnya. Anggota legislatif komisi X DPR itu mengatakan Bima adalah sosok guru sekaligus sahabat baginya, sebab Bima yang mengajarkannya berpolitik.

“Berkomunikasi dengan masyarakat itu Bima jago. Di dunia politik dan entertainment berbeda komunikasinya. Dan Bima mengajarkan saya untuk berkomunikasi dengan baik. Kita butuh Bima. Saya yakin dengan kepintaran beliau bisa mengubah negara ini,” tutur Eko yang saat peluncuran buku didaulat untuk memberikan testimoni.

Buku yang berisikan tentang perjalanan hidup Bima itu lebih banyak mengulas tentang sosok idolanya, sang Bapak. Bahkan, Fenty Effendi, penulis “Titik Balik Bima Arya” mengatakan, dia terkejut bahwa ternyata buku yang ditulisnya jauh lebih banyak mengulas tentang bapak seorang Bima Arya yang tegas, survival, dan menjadi panutan bagi Bima Arya untuk melangkah maju.

“Bapak saya yang berpesan bahwa di usia 30 saya harus menjadi doktor. Dan Saya bekerja keras, berdarah-darah untuk mewujudkan itu. Anak muda itu harus maraton jangan hanya berlari cepat. Buku ini untuk titik balik semua anak muda di Indonesia. For a better generation, for a better indonesia.” (MI)