Burhanuddin Muhtadi: Parpol Harus Diisi Orang Baik & Punya Gagasan Besar

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Dalam peluncuran buku “Titik Balik Bima Arya” di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (27/7/2013) sore, Burhanuddin Muhtadi turut memberi komentar sebagai sahabat Dr. Bima Arya Sugiarto.

Bagi Burhanuddin, Bima Arya adalah orang yang selalu berani mengambil risiko. Pernah bersama-sama studi di Australian National University, (ANU) Canberra, Australia, membuat dirinya mengenal Bima Arya lebih dekat.

“Saya kenal dia sebagai pribadi yang berani mengambil risiko. Dia selalu punya ambisi untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone) sampai akhirnya dia masuk ke dunia politik praktis. Masuk ke dunia partai politik di Indonesia tentu tidak ada insentifnya. Tapi Bima berani masuk ke dunia itu,” katanya.

Burhanuddin mengaku kenal dengan Bima sudah cukup lama. Di Australia dia dicarikan apartemen oleh Bima. Pulang dari studi, di Jakarta ia ditampung di Charta Politika, lembaga konsultan politik yang didirikan oleh Bima.

“Tapi, saya adalah salah satu orang yang tidak setuju ketika Bima masuk ke politik praktis, karena parpol di Indonesia tidak punya mekanisme reward and punishment yang jelas. Karir di dunia politik hanya berkaitan dengan perkawanan, patronase negatif. Tapi saya tahu Bima orang baik. Dan politik membutuhkan orang-orang baik. Dan sumber yang baik diambil dari kalangan aktifis atau intelektual. Dia adalah Bima,” puji Burhanuddin tulus.

Secara berterus terang, Burhanuddin menganggap partai politik di Indonesia masih jelek. Kasarnya ibarat setan. Masalahnya,  partai politik dibutuhkan oleh demokrasi. Karena itu, dia sangat menekankan parpol harus diisi oleh orang-orang yang baik, orang-orang yang punya agenda besar.

Burhanuddin mengaku senang, saat ini ada beberapa parpol yang diisi anak-anak muda untuk menularkan aura kebaikan. Sambil menoleh ke Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, yang juga hadir dalam acara itu, Burhanuddin mengemukakan: “Saya berterima kasih kepada Bang Hatta yang memberi celah pada anak-anak muda untuk berkiprah. Kedepan, kemajuan Indonesia berada di tangan anak-anak muda yang visioner.” (BB/Fit)