Sean Gelael Kibarkan Merah Putih di Belgia

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Bendera Merah Putih berkibar di podium sirkuit terkenal Spa-Francorchamps di Belgia ketika pemuda Indonesia Sean Gelael secara fantastis menaiki podium ketiga pada Kejuaraan Formula 3 Internasional Inggris akhir minggu ini.

Pebalap berusia 16 tahun itu menunjukkan kepiawaiannya di lintasan basah pada perlombaan (race) pertama sampai akhirnya naik podium ketiga pada lomba Jumat sedangkan pada putaran pertama di Silverstone ia naik podium tiga sampai dua kali.

Dengan naiknya putera Ricardo Gelael itu ke podium ketiga, maka ia kini menempati urutan keempat klasemen umum sementara. Perlombaan jenis F3 Inggris masih berlangsung dua putaran lagi.

Sepanjang musim 2013, Sean dengan ajeg mengikuti 10 putaran perlombaan Kejuaraan FIA F3 Eropa, diselingi empat putaran F3 Internasional Inggris, kemudian Kejuaraan Master F3 dan satu lagi pada ajang F3 Macau akhir tahun ini.

Hal menakjubkan terjadi ketika Sean dalam kecepatan tinggi bersentuhan dengan pebalap dari Kanada, Nicholas Latifi, dan Jann Mardenborough dari Inggris, dalam perebutan posisi ketiga di tikungan Eau Rouge, menyebabkan Mardenborough terguling sedangkan Latifi terhempas di batas pengaman di sisi lintasan.

Ini menyebabkan Sean menyodok ke urutan ketiga dan mempertahankannya hingga akhir perlombaan dan ia menorehkan catatan tercepat ketiga pada putaran lomba itu.

“Ini merupakan lomba pertama saya dalam kondisi hujan di sini,” kata Sean dalam surat elektronik kepada media, Sabtu. “Dalam kondisi basah itu saya berhasil melaju lebih cepat dibanding Nicholas dan Jann. Tetapi amat sukar melewati mereka, karena keduanya berpengalaman melaju dengan seting ‘down-force’ lebih rendah, jadi di lintasan lurus mereka seperti kilat.” Akhirnya kecelakaan tidak dapat dihindari. “Amat mengerikan dan saya berteriak, oh kawan!” Dia mengaku mengawali lomba dengan baik, sehingga mampu mempertahankan posisinya. “Kami bertiga bersenggolan di tikungan pertama di tengah hujan. Saya tetap mempertahankan laju dan berhasil,” kata juara dua Formula Pilot China 2012 itu.

Pada perlombaan (race) kedua, keesokan harinya, Sean berhasil menempatkan diri di urutan kelima setelah melaju dari posisi grid keenam. Ia melaju dengan konsisten dalam adu cepat di lintasan basah itu, ketika semua pebalap berjuang keras mempertahankan laju kendaraan pada lajur mereka.

Pada perlombaan (race) ketiga lintasan masih basah. Sean menyodok ke urutan keenam pada putatan (lap) kedua dan kemudian berjuang keras mempertahankan posisi ketiga ketika ia melaju di bagian depan bersama Latifi, pebalap Inggris Jordan King dan Felipe Guimaraes dari Brazil.

Sean berusaha menahan Guimaraes tapi ia nyaris melintir, sehingga posisinya melorot ke urutan kedelapan. Tetapi ia mampu menorehkan waktu tercepat pada putaran akhir, sehingga amat mengejutkan bagi lawan-lawannya yang berpengalaman.

“Saya melakukan gerak awal dengan bagus,” kata Sean. Dia melaju berdampingan di tikungan Eau Rouge dengan Guimaraes, dan karena ruangnya sempit, sehingga lebih terkunci dan lajunya berkurang serta kehilangan waktu.

“Tapi saya berhasil lagi mengejar kelompok di depan saya, kemudian turun hujan lebat. Cipratan air membuat sukar melihat, tapi saya berusaha terus melewati Guimaraes ketika memasuki tusuk konde, tapi ia membuat saya kembali ke belakang. Saya mencoba lebih kencang di titik Pouhon, yang merupakan tikungan amat cepat, kemudian melewati lajur saya dan melintir.” “Saya tetap gembira karena membuat catatan lap tercepat, sehingga saya mendapat poin ekstra. Ini minggu luar biasa bagi saya. Sirkuit ini luar biasa. Sirkuit ini sulit, karena tikungannya bergelombang di mana-mana,” katanya.

Dengan pengalaman hebat di Belgia itu, Sean kini bersiap berlomba di Brands Hatch pada putaran ketiga F3 Internasional Inggris (British Formula 3 International) pada 10-11 Agustus. (RH/ANT)