65 Tewas di Mesir, Uni Eropa Serukan Pembebasan Moursi

Foto : Antara

Kairo, Sayangi.com – Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan telah mencatat 65 korban tewas pada Sabtu dalam apa yang Ikhwanul Muslimin gambarkan sebagai serangan oleh pasukan keamanan pendukung Presiden terguling Mohamed Moursi di ibu kota Kairo.

Ikhwanul Muslimin Moursi, mengatakan 66 tewas dan 61 sudah dalam keadaan “mati otak” dalam serangan itu.

Hamdi Mahmoud, direktur Kantor Pers Kementerian Kesehatan, mengatakan kepada Reuters bahwa 65 orang telah meninggal, dan kemudian sembilan tewas dalam kekerasan Jumat malam di kota kedua Mesir Alexandria.

Menanggapi berlanjutnya kekerasan di Mesir, Uni Eropa yang terus memantau perkembangan di negeri Spinx itu mengungkapkan keprihatinannya.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan, pemerintah harus memastikan transisi cepat ke kekuasaan sipil dan mengulangi tuntutan membebaskan semua tahanan politik, termasuk Presiden Mohamed Moursi yang digulingkan oleh tentara pada 3 Juli.

Seorang juru bicara mengatakan Ashton “sangat menyesalkan hilangnya nyawa” setelah adanya laporan-laporan bahwa puluhan atau lebih pendukung Moursi ditembak mati di ibu kota Mesir Sabtu pagi ketika kekerasan meletus setelah malam demonstrasi besar-besaran untuk dan menentang presiden yang digulingkan.

Ashton meminta semua pihak menghindari kekerasan, menekankan bahwa “satu-satunya solusi adalah langkah cepat untuk proses transformasi inklusif “.

Dia menambahkan bahwa “semua kelompok politik”, termasuk Ikhwanul Muslimin Moursi, harus dilibatkan. (MARD/Reuters)