Negara Lemah, Nelayan Riau Jadi Bulan-Bulanan Polisi Malaysia

Foto: Sayangi.com/icoel

Tanjungpinang, Sayangi.com – Pemerintah dinilai kurang memberi perhatian terhadap nasib nelayan di perbatasan. Para nelayan Kepulauan Riau misalnya, yang mencari ikan hingga garis batas negara kerap jadi korban aparat penegak hukum Malaysia.  

Lembaga Perikanan dan Kelautan Indonesia (LPKI) melansir, sebagian nelayan tradisional di Provinsi Kepulauan Riau tidak mengetahui batas-batas negara, sehingga sering berurusan dengan aparat penegak hukum Malaysia maupun Singapura.

Itu terjadi, lantaran Pemerintah Indonesia, hingga saat ini belum mencapai kata sepakat dengan Malaysia maupun Singapura, terkait perbatasan laut nereka. Alhasil, yang dirugikan adalah para nelayan. Mereka tak tahu, sampai di mana batas boleh dan tak boleh menangkap ikan.

“Beberapa nelayan lokal ditangkap aparat keamanan Malaysia karena dianggap memasuki wilayah administrasi negara itu,” kata pengurus LPKI Kepulauan Riau (Kepri) Marlis Markam, di Tanjungpinang, Minggu (28/7). Beberapa nelayan yang ditangkap juga harus merelakan kapal yang digunakannya dibakar oleh petugas Malaysia. Sementara si nelayan sendiri dipenjarakan dan dideportasi setelah menjalani hukuman.

Pemerintah Indonesia mestinya mempertanyakan seringnya penangkapan nelayan asal Kepri oleh aparat penegak hukum Malaysia itu, karena batas wilayah administrasi antara Indonesia dengan Malaysia belum tuntas dibicarakan. Lemahnya penegakan hukum di Indonesia, menurut LPKI, menyebabkan petugas Malaysia berani bersikap berlebihan dalam menegakkan hukum, bahkan berani memasuki kawasan Kepri.

Sementara ini, LPKI mengimbau bantuan alat navigasi (GPS) dan alat tangkap ikan yang lebih canggih dari pemerintah. Selain tentu saja, perlindungan keamanan saat mencari nafkah.

Sementara itu, Asisten Intelijen Lantamal IV/Tanjungpinang Kolonel A Simatupang mengakui, batas-batas wilayah Indonesia dengan Malaysia hingga sekarang belum diputuskan. “Pembahasannya alot, hingga sekarang belum tuntas. Berbeda dengan batas Indonesia dengan Australia, yang sudah diselesaikan dengan baik,” ujarnya. (MSR/ANT)