Striker PBR Asal Mali Tewas Kena Serangan Jantung Saat Latihan

Foto: sindikasi.net

Bandung, Sayangi.com – Striker tim Pelita Bandung Raya asal Mali, Aboulaye Sekou Camara (33) meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Halmahera Siaga, Kota Bandung.

“Sekou Camara tidak tertolong, pihak rumah sakit menyatakan meninggal dunia pada Sabtu malam, yaitu sekitar pukul 23.48 WIB,” kata Direktur PT Kreasi Performa Pasundan Marco Gracia Paulo, di Bandung, Minggu.

Striker jangkung bernomor punggung (9), yang baru bergabung dengan Bandung Raya pada paruh kedua itu, mengalami serangan jantung saat menjalani latihan malam di Stadion Siliwangi, Kota Bandung.

Camara yang saat itu sedang membetulkan tali sepatu, terjatuh dan langsung dibawa ke RS Halmahera.

Setelah terjatuh dan pingsan, Sekou Camara langsung dibawa ke RS Halmahera yang berjarak tidak lebih dari satu kilometer dari stadion milik Kodam III Siliwangi tersebut.

Latihan yang dijalani Pelita Bandung Raya malam itu merupakan persiapan untuk menghadapi laga tandang melawan PSPS Pekanbaru, Rabu (31/7) mendatang.

“Kami sangat terpukul dengan meninggalnya Camara dan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami sangat kehilangan karena almarhum merupakan pemain andalan yang memiliki kontribusi besar untuk tim,” kata Marco.

Menurut Marco, manajemen PBR sudah berkomunikasi dengan ibunda Camara melalui agennya, Mamadou yang kebetulan sedang berada di Mali.

Ibunya bisa menerima kepergian Camara dengan ikhlas serta mengucapkan terima kasih kepada PBR yang telah merawat Camara.

“Sekarang Camara sudah kembali ke sisi Tuhan. Tugas kami adalah melanjutkan perjuangan dia,” katanya.

Saat ini jenazah Sekou Camara disemayamkan di rumah duka RS Boromoeus, Kota Bandung, di Jalan Ir. Juanda.

Pada Minggu (28/7) dini hari jenazah Camara dipindahkan ke RS Boromeous untuk mendapatkan pernghormatan terakhir, sebelum diterbangkan ke Mali, yang rencananya dilakukan Senin (29/7).

Marco mengatakan saat ini manajemen PBR sedang mengurus dokumen yang berkaitan dengan pemulangan jenazah Camara ke negaranya. Semua biaya ditanggung PBR, termasuk santunan untuk keluarga Camara.

“Rencananya sebelum berangkat akan ada pelepasan khusus secara muslim. Ini merupakan penghormatan kami untuk melepas kepergian seorang sahabat,” kata Direktur PT Kreasi Performa Pasundan itu. (RH/ANT)