Sarat Prestasi, Pecatur Aceh Diusulkan Jadi PNS

Banda Aceh, Sayangi.com – Pecatur Aceh Master Nasional Zulkhairi diusulkan menjadi pegawai negeri sipil dalam program PNS untuk penyandang cacat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN- RB) Republik Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Aceh Aldin NL di Banda Aceh, Minggu menyatakan, dirinya telah menjumpai MenPAN-RB Azwar Abubakar di Jakarta, awal Juli lalu, dan minta agar pecatur andalan Aceh itu masuk dalam program PNS.

Ia menyebutkan Zulkhairi telah memiliki prestasi di tingkat nasional, namun sejak 2003 sampai saat ini masih sebagai guru honor matematika di Sekolah Menegah Atas Luar Biasa (SMALB) di Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh.

Aldin menjelaskan, Zulkhairi atlet catur tuna rungu yang meraih satu medali emas pada Pekan Olahraga Penyandang Cacat Nasional (Porcanas) 2008 di Kalimantan Timur dan meraih dua medali emas pada pekan olahraga penyandang cacat atau Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) Riau 2012.

Kecuali itu, jelas Aldin kepada MenPAN-RB, Zulkhairi yang juga atlet Percasi Aceh, merupakan satu-satunya pecatur Aceh yang berhasil tanding di PON XVII September 2012 di Riau. Ini yang pertama dalam sejarah catur Aceh lolos ke PON.

Ia berharap kepada MenPAN-RB bisa mengupayakan MN Zulkhairi atlet yang memiliki keterbatasan fisik ini namun telah memiliki prestasi nasional diangkat menjadi guru pegawai negeri sipil, sehingga ia bisa lebih konsentrasi lagi dalam meningkatkan prestasinya di masa mendatang, baik tingkat nasional maupun international.

Mendengar penjelasan tersebut, MenPAN-RB Azwar Abubakar langsung menyebutkan bahwa ada program pengangkatan PNS untuk 200 penyandang cacat di Indonesia. Atlet catur Aceh, MN Zulkhairi bisa diusulkan masuk dalam program ini.

Aldin NL yang didampingi Sekum Percasi Aceh Sudirman Mansyur WNM,PNP menyebutkan kedatangannya ke kantor MenPAN-RB sebagai suatu upaya untuk masa depan atlet catur Aceh yang telah memiliki prestasi nasional.

Ia meluangkan waktunya hadir di Kantor MenPAN-RB, di sela mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Percasi yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, 5 Juli 2013 di Jakarta. (RH/ANT)