“Kampung Narkoba” di Bangkalan Dihapus dari Peta

Foto: polri.go.id

Bangkalan, Sayangi.com – Polda Jatim bersama jajaran Polres Bangkalan, Madura, Minggu (28/7) sore ini menggelar acara penghapusan kampung narkoba di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Acara penghapusan kampung narkoba itu dilakukan oleh Polda Jatim bersama Polres Bangkalan, dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Unggung Cahyono. Menurut Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistijono, penghapusan kampung narkoba itu juga dihadiri semua pimpinan instansi pemerintahan di lingkungan Pemkab Bangkalan, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh masyarakat, dan ulama di Kabupaten Bangkalan.

Keberadaan kampung narkoba di Kabupaten Bangkalan berhasil dibongkar polisi, setelah sebelumnya selama Januari hingga Maret polisi melakukan pengintaian di lokasi itu. Pada akhir Maret 2013, tim gabungan dari Polda Jatim melakukan penggerebekan di kampung dan dilanjutkan dengan operasi kedua pada 22 Mei 2013. Dalam operasi itu polisi menemukan sebanyak 37 bilik tempat berpesta narkoba di enam rumah milik warga setempat.

Bilik-bilik tersebut dilengkapi dengan pintu rahasia dan bisa digunakan untuk melarikan diri saat ada petugas melakukan penggerebekan. Bilik narkoba yang ditemukan polisi itu berukuran kecil, yakni sekitar 2×3 meter dan bilik itu disediakan di masing-masing rumah bandar.

Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu selama ini memang dikenal sebagai kampung narkoba. Penjualan narkoba jenis sabu-sabu di desa itu seolah udah menjadi “rahasia umum”. Bahkan masyarakat di desa itu terkesan kompak. Setiap kali petugas melakukan penggerebekan, jumlah hasil tangkapannya sedikit. Sebab para bandar narkoba itu diduga memiliki mata-mata yang bertugas melakukan pengawasan di pintu masuk desa.

Selain menemukan 37 bilik tempat menghisap narkoba, dalam operasi itu juga petugas berhasil menangkap delapan tersangka, tiga diantaranya merupakan oknum PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan. Ketiga okum PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan adalah Rabi (32), Sarif Maulana (53) dan Arik (32). Tersangka lainnya yang juga ditangkap polisi dalam operasi itu ialah Moh Romli (40), dan Margelap (40). Keduanya warga Kampung Tempel, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Tiga tersangka lainnya masing-masing bernama Daus Prana (31) warga Perumahan Pangeranan Asri, Bangkalan, Mansur (25) dan Bunadi (52). Keduanya warga Desa Parseh, Bangkalan. (MSR/ANT)