Andrea Hirata: Rasanya Seru Juga Orang Belitung Jadi Presiden

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Dalam buka puasa dan silaturahim kebangsaan bersama Profesor Doktor Yusril Ihza Mahendra di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (28/7), hadir novelis Andrea Hirata, teman sekampung Yusril Ihza Mahendra. Ia tak kuasa menutupi dukungannya untuk pencalonan Yusril sebagai presiden.

“Rasanya seru juga jika ada orang Belitong yang menjadi Presiden di negeri ini,” kata penulis novel best seller Laskar Pelangi ini.

Ucapan Andrea seperti pemantik semangat yang bagi tokoh lainnya agar Yusril Ihza Mahendra maju dalam bursa pencalonan presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Tampak hadir dalam acara yang dilangsungkan mulai pukul 17.00 sore ini, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang, Ketua Umum DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) Bursah Zarnubi, Dr. Hamdan Zoelva (Hakim Konstitusi), dan sejumlah kalangan.

Acara berlangsung dalam suasana santai dan tak jarang disertai kelakar. Seperti Andrea Hirata, beberapa politisi juga menyatakan dukungannya baik langsung maupun tidak langsung terhadap pencalonan Yusril sebagai Presiden Indonesia 2014.

“Yusril ini adalah orang yang langka. Kalau tidak ada dia di negeri kita, rasanya Indonesia tidak lengkap,” kata Oesman Sapta.

Menurut Oesman, Yusril seorang anak bangsa yang luar biasa. Ia memuji gaya Yusril dan menganggap gayanya selama ini sudah cukup untuk membuatnya dipilih masyarakat menjadi Presiden.

“Jangan ikutan yang lain, gaya Yusril sudah cukup untuk dipilih rakyat menjadi presiden, tapi wakilnya harus orang Jawa. Karena persentasi masyarakat Jawa sebanyak 65 persen harus dipertimbangkan,” kelakarnya.

Oesman menambahkan, Yusril adalah partner paling bagus untuk menjalankan 5 S. Yakni, strategi, struktur organisasi kenegaraaan, skill dimana the right man in the right place penting sebagai negarawan. Selain itu 2 S yang terakhir adalah, sistem dan speed and target.

Bursah Zarnubi juga menilai Yusril punya kompetensi tinggi untuk menjadi calon Presiden. Namun ia menyayangkan momentumnya belum tepat untuk Yusril sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2014. Namun, menurut Bursah, Yusril adalah paket komplit politisi sekaligus negarawan yang bisa mendampingi calon Presiden seperti Jokowi maupun Prabowo Subianto.

“Kalau 2019 dia mau jadi Presiden itu mungkin pas. Tapi kalau 2014 rasanya lebih mungkin menjadi wakil presiden. Dia ada pengalaman tata negara. Dia seorang Praktisi dan mengenal betul tata negara kita,” ujar politisi yang juga Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.

Kendati demikian, Bursah juga menyarankan agar Yusril ikut dalam Konvensi Partai Demokrat untuk bisa ‘melamar’ menjadi Presiden. Langkah itu dinilainya tepat, karena jika jadi Presiden, Yusril punya kemampuan untuk meluruskan arah negara yang sudah tersesat untuk kembali pada semangat UUD 1945. “Bang Yusril, semoga keinginan kita menjadi nyata,” pungkasnya.

Menanggapi berbagai dukungan dari para sahabatnya, Yusril menyatakan dirinya sangat membuka diri untuk berdiskusi berbagai persoalan kebangsaan. Apalagi ini adalah puasa terakhir jelang Pilpres 2014, kata Yusril. (FIT)