Ini Isi ‘Curhat’ Warga Pademangan & Penjaringan ke Gerindra

Foto: sayangi.com/MA

Jakarta, Sayangi.com – Segudang masalah menumpuk di Pademangan dan Penjaringan, Jakarta Utara. Persoalan-persoalan di dua kecamatan di Jakarta Utara itu mulai dari penangan banjir akibat rob yang tak tiada akhir hingga pada penanganan sampah yang tak kunjung usai.

Setidaknya dua persoalan besar tersebut yang diungkapkan sekitar 300 warga Pademangan dan Penjaringan Jakarta Utara saat silaturrahim dan buka puasa bersama dengan Ketua DPD Gerindra DKI, Muhammad Taufik, Minggu (28/7/2013). Dalam silaturrahim yang digelar di kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara ini, mereka ‘curhat’ karena merasa ‘dianaktirikan’ oleh pemerintah.

“Di tempat kami hampir tiap hari banjir rob tak pernah berhenti, dan itu sudah bertahun-tahun. Katanya sih mau diperbaiki, tapi enggak ada sampai sekarang,” kata Ibnu Taufiq, salah satu warga Pademangan yang hadir dalam pertemuan tersebut kepada Sayangi.com.

Ia pun mengaku sudah jenuh menunggu janji pemerintah yang tak kunjung direalisasikan. Oleh karenanya, ia berharap partai politik bisa menyuarakan masalah-masalah yang mereka hadapi.

“Capek ‘nunggu’ pemerintah yang hanya berjanji. Mungkin kalau ‘ngadu’ ke partai akan berbeda,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Rizky. Warga yang sudah lima tahun tinggal di Penjaringan ini mengaku tak pernah tenang dengan lingkungan tempat tinggalnya. Sebab, selain dihantui banjir rob juga banyak sampah yang bertebaran di berbagai tempat.

“Pemerintah sudah berkali-kali janji membereskan, Mas, tapi tetap saja begini,” keluhnya, kecewa.

Menanggapi persoalan warga ini, Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik tak bisa menyembunyikan rasa iba dan simpatinya. Taufik secara terbuka menerima semua keluan warga kedua kecamatan tersebut dan menjanjikan akan menyampaikan langsung kepada Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama. Taufik berjanji juga akan menyampaikan ke instansi terkait agar segera diambil langkah-langkah serius untuk mengatasi banjir dan menangangi sampah secara serius.

Taufik menilai, kondisi tersebut terjadi karena lambatnya penanganan banjir dari aparat terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Sudin PU Tata Air Jakarta Utara.

“Mestinya langkah-langkah penyelesaian dari sekarang sudah dilakukan oleh Dinas PU dan jajarannya. Nanti kami coba tanyakan ke dinas terkait,” janji Taufik.

Begitu pun dengan masalah penanganan sampah di dua kecamatan tersebut. Masalah sampah kata dia, mestinya tidak perlu terjadi, karena Jakarta merupakan Ibu Kota Negara. Apalagi anggaran APBD DKI mencapai Rp50 Triliun.

“Gerindra akan mengambil inisiatif agar masalah-masalah yang dihadapi warga ini bisa segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut seperti ini,” jelasnya.