Susaningtyas: Moeldoko Itu Orang Cerdas dan Intelektual, Tapi……..?

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Pergantian Panglima TNI merupakan hal proregatif Presiden. Pergantian jabatan Laksamana TNI Agus Suhartono itu akan dilaksankan pada akhir Agustus 2013 mendatang. Ada tiga nama calon yang sudah diajukan Suhartono kepada Presiden SBY untuk menjadi orang nomor satu di institusi itu. Mereka adalah KSAD Jenderal TNI Moeldoko, KSAL Laksamana TNI Marsetio, dan KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia.

Namun Presiden SBY yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu hanya menyetuji Moeldoko untuk menggantikan Suhartono. Hal tersebut tampak misalnya dari surat SBY yang diterima Komisi I DPR RI.

“Itu hak prerogatif presiden (SBY),” kata anggota Komisi I DPR RI, Susaningtyas Nefo Kertopati kepada Sayangi.com, Minggu (29/7) malam.

Saat ditanya kenapa SBY hanya menujuk Moeldoko tanpa mempertimbangkan calon yang lain, Nuning — panggilan akrab Susaningtyas Nefo Kertopati, mengatakan bahwa ada budaya giliran yang tak tersurat perihal disetujuinya Moeldoko sebagai calon tunggal Panglima TNI.

“Ya kalau soal bagus semua kasttaf bagus. Pak Moeldoko bagus,” sebut Nuning yang juga Ketua DPP Partai Hanura ini.

Nuning mengaku sudah kenal lama dengan Moeldoko. Menurunya, Moeldoko merupakan seorang tentara yang bersosok cerdas intelektuan dan Doktor seperti Kasal. Namun, Perwiran intelektual yang melekat pada diri Moeldoko tersebut harus digaris bawahi.

“Pak Moeldoko perwira intelektual itu harus digaris bawahi. Bila dilihat yang bersangkutan berasal dari akademisi juga. Saya kenal beliau cukup lama,” katanya.

Jika Moeldoko menjadi Panglima, Nuning bergarap TNI ke depannya lebih mengedepankan peranan intelektualnya dalam menjaga pertahanan negara, bukan semata hanya masuk dalam konsep bela negara secara tradisional. Sebab, lanjut dia, saat ini perang asimetrik yang harus diandalkan keluasan pengetahuan yang integral antara kemampuan keprajuritan dan ilmu pengetahuan. Hurri Rauf