Pempek Ikan Parau, Panganan Khas Pedamaran

Pedamaran, Sayangi.com – Pempek adalah makanan khas dari etnik Palembang. Tetapi ada juga etnik di sekitar Palembang yang berkreasi membuat pempek. Salah satunya adalah daerah pedamaran, yang menggunakan ikan parau atau ikan seluang atau juga ikan sepat yang hidup di air tawar menjadi salah satu panganan warga di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

Menurut Saldy (40), warga Palembang asal Pedamaran, mengatakan setiap Ramadhan biasanya banyak warga yang menjual pempek tersebut.

“Ikan kecil tersebut digiling bersama tulang-tulangnya lalu dicamprkan dengan tepung sagu. Rasanya lebih gurih dibandingkan dengan pempek biasa yang terbuat dari ikan-ikan yang lebih besar seperti ikan gabus, atau tenggiri”, katanya.

Hanya saja, kata Saldy, pempek dengan ikan yang didapat dari Lebak Petai itu tampilnya tidak menarik, warnanya agak kehitam-hitaman.

Cara pembuatan  sama dengan membuat pempek biasa. Ikan parau atau ikan sepat dan seluang dibersihkan, kemudian ikan yang berukuran satu jari orang dewasa itu ditumpuk sampai halus. Setelah itu, barulah dicampur dengan tepung sagu lalu diuleni.

Adonan dibentuk lenjeran besar (bulat memanjang seperti ketimun) dan kemudian direbus hingga mengapung.

Sebagai pelengkap, juga disiapkan “cuko” yang terbuat dari bawang putih, gula batok dan cabai.

Sebelum dimakan, pempek diiris untuk kemudian digoreng dan disantap selagi hangat. (VAL/ANT)

Kecamatan Pedamaran merupakan salah satu daerah dari suku penesak di Kabupaten Ogan komering Ilir. Dari Palembang dapat ditempuh dengan jalan darat sekitar dua jam perjalanan. (VAL)