Terkait Konvensi, Demokrat: Anggapan Yusril Tidak Benar

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Partai Demokrat menepis anggapan Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tentang persyaratan konvensi. Pada Minggu (28/7) Yusril mengaku tidak tertarik jika persyaratan konvensi di partai pemenang pemilu itu, harus membuat dirinya keluar dari partainya.

“Ya enggaklah. Yang saya tahu begitu dari SBY. Gak tahu kalau dibiaskan yang lain,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana di Jakarta, Senin (29/7).

Menurut Sutan, adalah lucu kalau tokoh-tokoh partai politik yang ikut konvensi ditarik menjadi kader partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebab, lanjut Sutan, konvensi yang akan diselenggarakan pada September 2013 mendatang untuk mencari calon presiden yang akan dipertarungkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Kita mencari calon pemimpin dari Demokrat, bukan kader Demokrat. Umpamanya dia dari PBB, kontrak politik dengan Demokrat. Tetap di PBB tidak apa-apa. Tapi dia presiden melalui Demokrat karena kontraknya kan dengan Demokrat,” tegas Sutan.

Kontrak politik dengan capres yang memenangi konvensi itu, menurut Sutan merupakan platform perjuangan Demokrat untuk membuat negeri ini semakin maju dan sejahtera. Oleh karenanya, siapa pun yang terpilih atau memenangi konvensi, kata Sutan, harus memperjuangkan dan menjalankan platform tersebut.

“Kontrak politik itu adalah platform perjuangan Demokrat untuk membuat republik ini sejahtera. Si A dan si B misalnya terpilih, ya dia harus jalankan itu,” pintanya.

Sutan mengaku jika pesta demokrasi di partainya dalam menjaring tokoh-tokoh nasional untuk menjadi capres merupakan konsep yang positif dalam perkembangan demokrasi di negeri ini. Sebab, konvensi itu merupakan konvensi terbuka yang pesertanya tidak hanya dari intenal, tapi juga memberikan peluang bagi tokoh-tokoh yang tidak punya partai tapi memiliki ketertarikan menjadi capres.

“Kan banyak tokoh-tokoh yang tidak berpartai tapi melalui konvensi masuk. Kemudian, bagusnya konvensi ini bukan sistem gugur. Umpamanya ada delapan orang yang ikut konvensi dan terpipih hanya satu.
Dan yang gugur tujuh orang itu akan minta untuk menjadi pembantunya (menteri, red). Indah kan. Jadi tidak ada ruginya ikut konvensi,” katanya. (HST)