Wamentan Jamin Daging Sapi Asal Australia Halal

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Dr Rusman Heriawan, menjamin daging beku impor asal Australia yang dijual oleh Perum Bulog adalah halal. Begitu juga terhadap 1.478 ekor sapi impor siap potong yang dijadualkan tiba besok di Pelabuhan Tanjung Priok tidak mengandung hormon dan aman bagi kesehatan manusia.

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Australia dinilai sudah memenuhi prosedur pemotongan sapi yang sesuai dengan prinsip syariat Islam dan sertifikasinya sudah diakui oleh LPPOM MUI. Balai Karantina Pertanian, Kementan juga sudah mengawasi secara berlapis terhadap daging tersebut, mulai dari terbitnya rekomendasi hingga peredaran di pasar.

“Jadi masyarakat dan juga para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradional tidak perlu lagi ragu untuk menerima daging impor asal Australia tersebut, baik berupa daging sapi beku maupun yang hasil pemotongan sapi siap potong. Selain itu harganya juga dijamin halal, sehingga bisa segera menurunkan harga daging sapi yang mahal selama bulan puasa ini,” ujar Rusman Heriawan yang didampingi oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Banun Harpini di Kantor Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, (29/7).

Soal sertifikasi halal, menurut Banun, menyaratkan bahwa daging sapi beku yang dijual Perum Bulog, penyembelihannya menerapkan syariat Islam sebagaimana disyarakatkan LPPOM MUI. “Untuk memastikan kesehatan sapi, kami sudah mengirimkan dokter hewan ke Darwin, Australia, sejak 20 Juli yang lalu. Untuk mengawasi pemeriksaan ante mortem dan post mortem di rumah potong hewan oleh otoritas kompeten di Austalia,” tambah Kepala Balai Karantina Pertanian itu.

Terhadap residu hormon, lanjut dia, selama dua tahun terakhir tidak ditemukan hormon yang melebihi ambang batas maksimum. Yakni terhadap residu hormon Trenbolon Asetat (TBA), Melengestrol Acetat (MGA) dan Zeranol. Monitoring dilakukan terhadap 375 sampel daging impor yang dilakukan oleh Lab Kesmabet DKI, Lab IPB dan Balai Besar Karantinan Pertanian Tanjung Priok. Sedangkan di peredaran dilakukan pemantauan terhadap 1.306 sampel dan dilakukan pengujian di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan, Bogor.

“Selain itu juga diperiksa keamanan pangan melalui pemeriksaan organoleptik, yakni warna, bau, konsisten dan keasaman daging sapi,” tambah Hanun.

Rencananya sampai akhir bulan ini Bulog akan mendatangkan 3.000 ton daging sapi impor dalam rangka operasi pasar stabilisasi harga. Sedangkan, daging sapi siap potong asal Australia, pengiriman 1.478 ekor sapi adalah pengiriman pertama dari total 40.000 ekor sapi siap potong yang sudah direncanakan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengadaan ribuan ekor sapi siap potong adalah bagian dari kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga sesuai dengan Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmen) No. 699/2013. (HST)