Wabup dari Partai Aceh Sobek Bendera, PNA Meradang

Foto: Antara

Banda Aceh, Sayangi.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh (DPP-PNA) mengecam keras dan sangat menyesalkan tindakan Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Syama’un yang telah dengan sengaja merobek dan membuang bendera PNA pada tanggal 27 Juli 2013 di Desa Puti, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

“Kami akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan itu,” kata Juru Bicara Badan Pemenangan Pemilu (Jubir Bapilu) PNA, Munawar Liza Zainal, Senin (29/7) di kantor DPP PNA Banda Aceh.

Pada Sayangi.com ia mengungkapkan, tidak semestinya seorang pemimpin di daerah mempertontonkan sikap arogansinya. Seyogyanya, kata Munawar, Wakil Bupati itu menjadi pengayom dan pemimpin untuk semua golongan.

“Harusnya dia itu menjadi bapak untuk semua golongan, tapi malah dia telah melakukan tindakan melanggar hukum,” ujarnya.

Agar ini tidak kembali terjadi dikemudian hari, katanya, PNA telah melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian untuk bisa diusut secara tuntas. “Kita laporkan pada polisi, karena memang di Aceh Timur Badan Pengawas Pemilu (Bapilu) belum ada,” tukasnya.

Oleh karena itu, Munawar berharap kepada kepolisian agar bisa segera menindak pelaku tindak pidana tersebut yang telah merusak alat peraga PNA. Sehingga dengan ada tindakan, akan ada kepastian hukum dan akan melahirkan pesta demokrasi yang berkualitas dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Nur Djuli salah seorang anggota PNA menyebutkan, terjadinya tindak pidana perusakan alat peraga tersebut bentuk dari kegagalan Pemerintah Aceh dalam mengatur mekanisme pemilu yang baik. “Ini bentuk dari kegagalan Pemerintah, sampai saat ini belum ada Banwaslu di Aceh Timur, termasuk Komisi Independen Pemilihan (KIP) juga belum dilantik, ini masalah,” tukas Nur Djuli.

Nur Djuli bahkan menuding pada Pemerintah Aceh ada upaya pembiaran terjadinya berbagai macam tindak pidana pemilu, Nur Djuli mensinyalir ada upaya secara sistemastis oleh Pemerintah Aceh untuk memenangkan suatu partai tertentu.

“Saya menduga memang ada pembiaran untuk kepentingan politik partai tertentu,” jelas Nur Djuli.

Nur Djuli juga berkata, dalam hal perusakan bendera PNA, pihak kepolisian terlihat kurang tegas dan lemah dalam menangani kasus tersebut. “Khusus dalam kasus perobekan bendera itu, sangat terlihat pihak kepolisian lemah, tapi khusus kasus ini, tidak secara umum,” tambahnya.

Diinformasikan, Syahrul Syama’un, pelaku perobek bendera PNA tersebut selain menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur juga sekaligus ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Kabupaten Aceh Timur. (HST)