Tantang Ahok, Massa Haji Lulung Kepung Balaikota

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta – Sayangi.com – Perseteruan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) merembet ke tingkat massa. Hari ini, ratusan massa yang mengatasnamakan “Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok (RAJJAM AHOK)” melakukan demonstrasi di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta. Mereka menantang Ahok untuk berani berbicara langsung di depan massa bukan hanya di media.

“Saat ini juga, kami minta dengan hormat kepada Ahok menemui kami, tidak hanya berani ngomong di media, ceplas ceplos nggak karuan. Kami minta agar Ahok saat ini juga ngomong langsung kepada kami dengan membawa pernyataannya yang telah melukai perasaan warga Jakarta,” kata Ketua Satuan Aksi RAJJAM Ahok, H. Muhyiddin Muchtar, dalam orasinya, Senin (29/7) siang.

Aksi ini, kata Muchtar, sebagai bentuk solidaritas terhadap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang dinilai telah menjadi korban pelecehan Ahok. Menurut Muchtar, pihaknya terhina dengan pernyataan Ahok yang provokatif terkait polemik penertiban PKL di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok (RAJJAM AHOK) setidaknya terdiri dari beberapa element yang mengatasnamakan: Forum Aspirasi Anak Betawi (FORKABI), Pemuda Panca Marga (PPM), Jaringan Pemuda Penggerak (JAMPER, Forum Pemuda Betawi (FPB 2000), Forum Aspirasi Anak Jakarta (FAKTA), Brigade Anak Jakarta (BRAJA), Laskar Merah Putih (LMP), Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi (FKMB), Gabungan Ormas Islam Bersatu (GOIB), Himpunan Pedagang Kaki Lima (HPKL), Gerak Betawi, Relawan Peci Merah, dan Komunitas Betawi Menteng.

Pengunjukrasa mengingatkan agar Ahok berhati-hati dalam berbicara. “Ini Jakarta, bukan Bangka Belitung. Ahok harus menjaga sikap dan ucapannya yang sering melukai perasaan rakyat. Kali ini kehormatan kaum Betawi terusik dengan pernyataannya yang menghina tokoh Betawi, Haji Lulung,” lanjut Muchtar.

Massa menuntut agar Ahok meminta maaf secara terbuka kepada rakyat Jakarta atas pernyataan-pernyataannya yang kontroversial. Selain itu, mereka mendesak Gubernur Joko Widodo memanggil serta menegur Ahok dan meminta kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk memberikan sanksi indisipliner terhadap Ahok dalam posisinya sebagai pejabat publik.

Hingga berita ini diturunkan massa masih berkumpul dan mengancam tidak akan membubarkan diri hingga ditemui oleh Ahok.

“Kami akan terus melakukan perlawanan hingga Ahok meminta maaf kepada masyarakat DKI,” pungkas Muchtar.  (HST)