Waduh, Setelah Lebaran, Elpiji 12 Kg Naik 20 Persen

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Kaum ibu-ibu siap-siap harus mengocek kantong lebih tebal lagi setelah Lebaran 2013. Ini disebabkan PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) sekitar 10-20 persen.

Perusahaan BUMN itu berdalih, selama ini yang menerima subsidi dari harga elpiji 12 kg tersebut bukan masyarakat miskin, melainkan golongan orang kaya. Selain itu, elpiji itu juga hanya dinikmati industri dan restoran yang seharusnya tidak perlu mendapatkan subsidi apalagi disubsidi oleh Pertamina.

Akibat penyalahgunaan ini, Pertamina mengaku mengalami kerugian Rp20 triliun selama lima tahun terakhir. Padahal, dana tersebut bisa dimanfaatkan Pertamina untuk investasi di hulu, termasuk membangun sarana penunjang infrastruktur energi seperti kilang.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengungkapkan, pihaknya akan menaikkan harga gas elpiji 12 Kg setelah Lebaran dengan rentang kenaikan 10-20 persen.

“Kami rencanakan kenaikan harga gas elpiji untuk 12 Kg bisa naik 10-20 persen setelah Lebaran, agar tidak terlalu memberatkan dan dilakukan secara bertahap,” ujar Karen.

Harga gas elpiji per kg yang tak sesuai nilai keekonomian menjadi penyebabnya. Saat ini, harga jual elpiji 12 kilogram sebesar Rp 5.850 per kg, sedangkan harga keekonomian elpiji Rp 12.500 per kg.

“Karenanya kita inginkan elpiji dipatok harga pasar. Pertamina menginginkan elpiji naik Rp 1.500 per kg,” pungkas Karen.

Sekadar diketahui, PT Pertamina harus menelan kerugian cukup besar ketika harus menjual gas elpiji 12 Kg. Pasalnya dalam setiap kilonya Pertamina menelan kerugian hingga Rp 5.000 per Kg. Pertamina  mengaku menanggung rugi hingga 470 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,7 triliun. Kerugian ini dialami Pertamina dari penjualan gas elpiji 12 kilogram selama setahun terakhir. (MI)