Kelompok Anti Rasisme Luncurkan Aplikasi Baru

Foto: (Thinkstockphoto)

London, Sayangi.com – Kelompok anti rasisme sepak bola Kick It Out pada Senin meluncurkan aplikasi telepon seluler baru bagi para penggemar dan pemain, untuk melaporkan pelecehan rasial, setelah terjadi insiden kepada sejumlah pemain pada musim lalu.

Aplikasi telepon seluler ini akan membuat para penggemar dan pemain untuk melaporkan pelecehan langsung kepada Kick It Out, yang akan menindaklanjuti kasus-kasus itu dengan otoritas-otoritas sepak bola dan, jika diperlukan, dengan polisi.

“Bagian dari masalah-masalah yang meningkat pada musim lalu adalah ketika pemain berkata mereka telah mengeluhkan tentang insiden dan tidak ada yang dilakukan tentang hal itu,” kata ketua organisasi Herman Ouseley.

“Sebagian dari mereka bahkan tidak pernah mendapatkan hasil dari keluhan mereka, khususnya jika itu tidak menguntungkan mereka karena kami tidak dilibatkan.” “Sekarang jika para pemain memiliki masalah mereka akan mampu menghubungi kami secara langsung dan, jika mereka mau, tanpa memberikan identitas, dan kami akan menindaklanjuti keluhan itu.” “Para penggemar juga akan mampu menghubungi kami jika untuk beberapa alasan

mereka tidak merasa percaya diri untuk melaporkannya kepada pengurus pertandingan.” Sepak bola Inggris dinodai oleh berbagai insiden rasisme di dalam dan di luar lapangan selama dua tahun terakhir, di mana kasus John Terry dan Luis Suarez memicu kritik terhadap Kick It Out dari sejumlah pemain.” Ouseley berharap tindakan pada musim baru akan mempercepat upaya klub untuk memerangi diskrimasi dengan lebih serius, daripada hanya mengeluarkan pernyataan-pernyataan normatif untuk melawan rasisme sepanjang dua pekan kampanye organisasi itu.

“Kami merasa bahwa format lama sudah kadaluarsa,” tambahnya. “Klub-klub perlu memperlihatkan bahwa mereka telah menjadi lebih inklusif dan menggapai para penggemar untuk memperlihatkan bahwa mereka menimbulkan keberanian kepada semua orang, dan bertanggung jawab untuk mendukung setiap pihak – para pemain, pendukung, dan pekerja.” “Jika insiden kembali terjadi maka klub-klub perlu bertanggung jawab dan tidak menyalahkan orang lain.” (RH/ANT)