Mahasiswa Kendari Ungkap Perzinahan Gubernur Nur Alam

Foto : Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Sekelompok anak muda yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Sulawesi Tenggara (Sultra) membentangkan spanduk, persis di depan kantor Menteri Dalam Negeri, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (29/7) siang.

Mereka mendesak Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memecat Gubernur Sultra Nur Alam dengan tudingan telah melakukan perzinahan dan tidak bertanggung jawab terhadap perempuan yang telah dizinahinya.

“Padahal, perempuan bernama Yumi Giattini Jelly itu telah melahirkan seorang bocah,” tuding Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Tenggara Ridwan Laode Bona.

Tentu hal itu, imbuh Ridwan, tidak bisa diterima. “Perbuatan Nur Alam telah mencoreng masyarakat Sultra secara keseluruhan, karena ternyata dia pemimpin yang tidak bermoral,” tandas Ridwan.

Selain ke Mendagri, Ridwan Dkk juga mendatangi kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, dengan tuntutan agar Nur Alam dipecat dari keanggotaan PAN sekaligus dicopot dari jabatannya selaku Ketua DPW PAN Sultra.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda itu bertekad akan terus memantau respon Kemendagri dan DPP PAN terhadap tuntutan mereka.

Skandal Nur Alam

Sebagaimana ramai diberitakan Tabloid Hot News dan sejumlah media lainnya, Gubernur Nur Alam dituntut oleh selingkuhannya, Yumi Giattini Jelly agar bertanggung jawab atas masa depan bocah usia tiga tahun bernama Alena yang diklaim sebagai buah perzinahan antara dirinya dan Nur Alam.

Secara gamblang pula, Jelly mengisahkan pertemuannya dengan Nur Alam di Jakarta, diawali saat makan di sebuah restoran menemukan nomer telepon di selembar kertas. Iseng-iseng Jelly miscall ke nomer itu. Ternyata orang itu balik menelepon dan mengajaknya ketemu.

Jelly sama sekali tidak mengira, sosok yang menemuinya seorang Gubernur. “Habisnya dia cuma pake celana pendek, baju loreng-loreng dan sendal hotel. Saya tahunya pengusaha,” kenang Jelly.

Sejak itu keduanya sering bertemu, hingga berjalan tiga bulan, barulah terjadi hubungan intim itu. Bukan sekali dua kali, tapi, aku Jelly, setiap bertemu pasti keduanya melakukan hubungan suami istri sehingga akhirnya Jelly hamil.

Tentang kehamilannya, Jelly mengaku terkejut, sebab sebelumnya dia memiliki miom yang membuatnya sulit memiliki keturunan. Namun setelah periksa ke dokter memang benar, dirinya hamil.

“Langsung saja saya telepon Nur Alam dan dia langsung membatalkan penerbangannya ke Kendari,” ungkap Jelly.

Bukan hanya itu, selama mengandung hingga ke persalinan, Nur Alam yang membiayainya. “Saya melahirkan di RS Omni Pulomas,” aku Jelly.

Namun setelah itu, tampaknya Jelly dicampakkan. Kini Alena, anaknya sudah berumur 3 tahun. “Sudah hampir dua tahun saya tidak dinafkahi lagi. Padahal, saya cuma ingin dia bertanggung jawab untuk anaknya,” beber Jelly. (MARD)