10 Ekor Harimau Sumatra Dijual ke Luar Negeri

Foto: http://forumharimauaceh.blogspot.com/

Jambi, Sayangi.com – Forum Konservasi Harimau Kita (FKHK) mensinyalir antara 7  hingga 10 ekor harimau Sumatra asal Jambi bagian timur selama 2012 dibawa ke luar negeri untuk diperdagangkan bagian tubuhnya.

“Harimau yang diperdagangkan itu hasil perburuan di Taman Nasional dan di beberapa kawasan lain”, ujar Sekretaris FKHK, Iding Achmad Haidir, di sela-sela aksi Indonesia Celebrates Global Tiger Day di Jambi, Senin (29/7).

Iding menjelaskan, yang diperdagangkan itu hanya hasil perburuan di Jambi bagian timur saja. Jika ditambah perburuan harimau di Jambi bagian barat, jumlah harimau Sumatra asal Jambi yang diperdagangkan hingga ke luar negeri itu diperkirakan akan lebih banyak lagi.

Menurut dia, harimau yang dibawa keluar Jambi itu dalam keadaan mati dan diperdagangkan organ tubuhnya untuk dibawa ke luar negeri. Disinyalir sebelum dibawa keluar, hewan tersebut di bawa memutar melalui Palembang, Pekanbaru, dan juga Lampung sebelum dibawa ke Singapura untuk kemudian dijual bebas ke beberapa negara tujuan.

Dari hasil investigasi FKHK, terindikasi ada sindikat atau mafia penjualan organ-organ tubuh harimau yang kemungkinan memiliki jaringan hingga tingkat internasional.

“Bisa jadi, karena antara yang di timur (Jambi) dan di barat mereka saling kenal,” kata Iding.

Semakin luasnya penggunaan jaringan internet hingga ke daerah-daerah semakin mempermudah perdagangan satwa paling dilindungi itu. Tidak hanya harimau, beberapa satwa dilindungi juga menjadi objek menjanjikan untuk diperjualbelikan.

“Untuk itu, melalui Tiger Day kali ini, kami mengajak masyarakat untuk mewaspadai perdagangan harimau maupun satwa dilindungi lainnya melalui internet. Karena perdagangan satwa dilindungi ini bahkan sudah merambah situs situs jual beli internet yang sudah populer,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pada 2012 saja, pihak berwajib berhasil mengamankan 22 ofsetan harimau dan dua jenis lainnya yang diperdagangkan melalui situs internet.

Modus jual beli organ-organ tubuh satwa langka di internet menurutnya biasanya berkedok ‘pets shop’ atau toko jual beli hewan peliharaan maupun toko barang antik.

“Untuk mengantisipasi ini, kami sudah kerjasama dengan situs online seperti kaskus dan berniaga, meminta agar memblokir posting jual beli satwa yang dilindungi,” ujarnya lagi.

Organ tubuh yang ditawarkan di intenet menurutnya ada beberapa macam di antaranya, kulit, taring, dan juga kumis yang nilainya jutaan rupiah. Kesulitan yang dihadapi oleh pihaknya untuk mencegah perburuan dan jual beli organ tubuh harimau karena jaringan yang rapi dari sindikat tersebut yang sulit terlacak, selain itu masih adanya anggapan dari aparat penegak hukum bahwa kejahatan terhadap satwa dilindungi bukan kejahatan luar biasa.

“Padahal, perdagangan satwa langka dan dilindungi merupakan yang terbesar ketiga setelah perdagangan obat obatan terlarang dan senjata ilegal,” ujarnya Ia menambahkan, jika tidak ada upaya serius dan dukungan serius dari pemerintah dan juga masyarakat harimau bakal memiliki masa depan suram karena mereka terancam punah. Selain perburuan ancaman harimau lainnya juga disebabkan semakin menipisnya hutan sebagai habitat harimau.

“Harus ada keseriusan dan juga kerjasama antar negara, karena perdagangan satwa ini sudah bukan antar kota atau antar provinsi lagi, tapi antar negara,” tambahnya. (VAL/ANT)