Kejari Karawang Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Bansos

Foto: Antara

Karawang, Sayangi.com – Untuk menyelidiki penyimpangan kasus dana Bantuan Sosial (Bansos), Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membentuk tim khusus. Diduga penyimpangan bantuan sosial telah dilakukan di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.

“Tim khusus itu dibentuk untuk mempermudah pengusutan kasus dugaan penyimpangan dana Bansos yang kini sedang kita tangani,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri setempat Faisol, di Karawang, Senin (29/7).

Dikatakannya, tim khusus tersebut kini sudah mulai melakukan pemeriksaan dan penelitian terkait dengan penanganan kasus dugaan penyimpangan Bansos.

Sejumlah pejabat atau pimpinan organisasi pemerintah daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sudah diperiksa penyidik Kejari setempat mengenai kasus tersebut.

Menurut dia, kasus dugaan penyimpangan bantuan sosial seharusnya dipertanggungjawabkan oleh lembaga penerima program bansos, karena menggunakan dana APBD. Sehingga jika tidak memenuhi persyaratan atau verifikasi, berarti menyalahi aturan.

“Semuanya akan diproses sampai tuntas. Kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya,” katanya.

Selain memeriksa atau memintai keterangan pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terkait kasus dugaan bansos, Kejari Karawang juga akan memeriksa atau mengklarifikasi para penerima manfaat dana bansos tersebut.

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Karawang sendiri hingga kini masih terus menyelidiki munculnya proposal fiktif dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan sosial tahun 2011-2012.

“Dengan adanya proposal fiktif, maka penerima-nya pun diduga fiktif. Semua dugaan-dugaan itu akan kita usut,” katanya, di Karawang, Senin.

Dikatakannya, dalam menelusuri kebenaran adanya proposal fiktif program bansos tersebut, pihaknya telah memanggil berbagai pihak untuk meminta klarifikasi mengenai hal tersebut.

Sesuai dengan klarifikasi sementara dari pemeriksaan empat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang, pada Jumat (26/7), pada tahun 2011 terdapat ribuan proposal yang masuk melalui ke tiga OPD.

Diantaranya proposal yang masuk ke Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Karawang sebanyak 994 proposal.

Kemudian proposal yang masuk ke Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan serta ke Dinas Kelautan dan Perikanan sebanyak 981 proposal. (VAL/ANT)