Jokowi: Saya Pernah Mempidana PKL di Solo

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap pro rakyat kecil ternyata pernah mempidakan pedagang kaki lima (PKL). Tindakan tersebut dilakukan Jokowi untuk menegakkan peraturan daerah (Perda). Pengakuan itu disampaikan Jokowi menyikapi situasi PKL di Jakarta, khususnya PKL di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat yang saat ini sedang menjadi masalah serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

Lanjut Jokowi, PKL di Jakarta juga seringkali melakukan pelanggaran. Pemerintah berada dalam situasi dilematis. Di satu sisi pemerintah ingin menertibkan dengan memberikan tempat yang layak, tapi di sisi lain banyak dari pedagang yang maunya dibiarkan saja. Nah, kalau dibiarkan, pemerintah dianggap tidak melakukan apa-apa, katanya.

Mantan Wali Kota Surakarta ini pun bertekad untuk tetap melakukan penertiban terhadap PKL nakal. “Kita ini punya Perda, punya undang-undang, tapi mandul. Tapi kalau saya tidak,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo kepada awak media di Balaikota, Selasa (30/7).

Kata Jokowi, ia menilai Undang-Undang (UU) Perda yang berlaku belakangan ini tidak berfungsi sebagai sarana untuk menertibkan masyarakat, khususnya penertiban PKL. Hal itu disebabkan karena banyak pejabat yang tidak menerapkan undang-undang tersebut.

“Undang-Undang Perda tentang penertiban masyarakat itu kan ada. Jadi kalau undang-undang ada atau peraturan daerah mengatakan seperti itu, artinya ada sanksi pidana jika melakukan pelanggaran, maka itu harus diterapkan. Kami juga memintanya adanya kerjasama dengan siapa saja yang ingin menjadikan Jakarta ini lebih baik. Apabila masih ada kekurangan, itu wajar, ya sambil lalu diperbaikilah,” ucap Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan sambil mengingatkan diri pada waktu ia menjabat sebagai Walikota Solo, ia mengakui bahwa selama menjabat sebagai Walikota Solo ia pernah menuntut pedagang kaki lima (PKL) secara pidana.

“Saya pernah mempidana PKL di Solo, waktu itu empat orang. Ya, dikenakan tindak pidana ringan. Bila di Jakarta undang-undangnya demikian, tunggu saja tanggal mainnya,” pungkas Jokowi. (HST)