Paus Himbau Masyarakat Katolik Rangkul Kelompok Gay

Foto: fattipiuinla.it

Roma, Sayangi.com – Sekembalinya dari lawatan di Brazil, Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan tentang kelompok gay. Menurutnya, kelompok gay tidak seharusnya dikucilkan tetapi dirangkul oleh masyarakat. Paus Francis dengan tegas mengatakan bahwa tindakan homo seksual itu berdosa tetapi orang yang memiliki gejala atau orientasi ke arah homoseksual tidaklah berdosa.

Saat itu sang Paus tengah menjawab pertanyaan tentang apakah ada lobi bagi gay di Vatikan. “Jika ada seseorang yang gay dan mencari Tuhan dan berniat baik, siapa lah saya ini untuk menghakimi mereka?”

Pernyataan tersebut sangat berbeda dengan sikap yang dilontarkan pendahulunya terkait isu yang sama. Paus Benediktus XVI meneken sebuah dokumen tahun 2005 yang menyatakan pria yang punya kecenderungan homoseksual tak boleh jadi pendeta. Namun menurut Paus Fransiskus pastor gay mestinya diampuni dan kesalahannya dilupakan.

Ajaran Gereja Katolik Roma, menurut Paus sudah menegaskan hal itu. “Ajaran itu mengatakan mereka tak boleh dipinggirkan karena kecenderungan ini tapi harus dirangkul masuk dalam masyarakat.”

Meski demikian ia juga mencela apa yang disebutnya sebagai lobi kelompok gay untuk Gereja. “Masalahnya bukan orientasi (homoseksualnya). Kita harus jadi saudara. Problemnya adalah lobi untuk mendapat dukungan bagi kecenderungan orientasi ini, atau lobi orang-orang tamak, lobi politik, lobi kelompok Masonis, macam-macam lobi. Ini problem paling buruk,” tegasnya.

Paus yang dianggap pahlawan kaum papa ini juga menghendaki diberikannya peran lebih besar pada perempuan dalam Gereja, namun menurutnya perempuan tetap tak boleh jadi pendeta.

Ia kembali ke Roma Senin (29/07) setelah sepekan melawat ke Brazil – perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri selaku pemimpin tertinggi kaum katolik dunia – yang berpuncak pada sambutan ratusan ribu orang di pantai Copacabana Rio de Janeiro dalam acara Festival Pemuda Katolik. (FIT/bbc)