PKS: Menegakkan UU Ketenagakerjaan Lebih Penting Daripada Libur 1 Mei

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Indra menyambut baik penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui peraturan presiden (Perpres) yang sudah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (29/7) kemarin. Namun, pemerintah juga diharapkan lebih konsisten dalam menegakkan hukum ketenagakerjaan.

“Saya menyambut baik penetapan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional oleh Presiden SBY. Alhamdulillah akhirnya tuntutan tersebut disetujui dan ditandatangani oleh Presiden,” kata Indra kepada Sayangi.com, Selasa (30/7).

Menurut Indra, dengan dijadikannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional, buruh memiliki waktu dan ruang yang lebih untuk beraktualisasi dan mengekspresikan diri pada peringatan hari buruh internasional tersebut.

“Namun demikian, saya perlu mengingatkan pemerintahan SBY terutama Kemenakertrans bahwa bagi buruh tidak cukup hanya penetapan 1 Mei sebagai hari libur. Masih sangat banyak PR pemerintah yang selama ini terkesan diabaikan dan mesti dikerjakan sesegera mungkin,” katanya.

Indra menyebutkan banyak ketidakadilan, kesewenang-wenangan dan kezaliman yang menimpa buruh atau pekerja, yang diantaranya adalah praktek outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, intimidasi kebebasan berserikat, upah murah, PHK sepihak, dan banyak pengabaian dan pelanggaran hak-hak dasar atau normatif lainnya yang sudah diatur dalam UUD 1945 dan UU Nomor 13/2003 jo UU Nomor 21/2000, serta peraturan perundang-perundangan lainnya.

Tak sampai di situ, Indra juga menambahkan bahwa pemerintah terutama Kemenakertrans selama ini dapat dikatakan lalai memenuhi amanah undang-undang dan konstitusi terkait ketenagakerjaan. Penegakan hukum atas pemenuhan hak dasar buruh terlihat sangat lemah. Pemerintah terkesan lebih sering berselingkuh dengan para pengusaha & kapitalis dalam memenuhi hak-hak buruh daripada menegakkan peraturan perundang-undangan yang ada.

“Oleh karena itu saya dan buruh atau pekerja Indonesia menunggu keseriusan dan konsistensi pemerintah dalam penegakan hukum ketenagakerjaan. Hal tersebut jauh lebih penting daripada sekedar penetapan tanggal 1 Mei sebagai hari libur,” kata politisi dari Fraksi PKS ini. (HST)

Berita Terkait

BAGIKAN