Striker Timnas Ekuador Benitez Meninggal Karena Gagal Jantung

Foto: fifa.com

Quito, Sayangi.com – Striker internasional Ekuador, Christian Benitez, meninggal Senin karena kegagalan jantung, dalam usia 27 tahun, demikian diumumkan Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF).

Benitez, yang bermain 58 kali dalam timnas Ekuador, adalah putra Ermen Benitez, salah satu pemain pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam timnas negara itu.

Klubnya di Qatar, El Jaish, yang mengontrak Benitez baru tiga minggu lalu, sebelumnya sudah melaporkan kematian pemain itu dalam laman resmi mereka (www.eljaish.com).

“Benitez… merasakan sakit berat pada perutnya. Jadi ia dibawa ke rumah sakit terdekat dan setelah beberapa jam dinyatakan bahwa ia mengalami kegagalan kardirespiratori yang akhirnya merenggut nyawanya,” kata FEF dalam pernyataan mereka yang dilansir pada laman (www.ecuafutbol.org).

“Federasi Sepak Bola Ekuador mengucapkan turun berduka cita teramat dalam kepada keluarganya, orangtuanya, istrinya, anak-anaknya dan semua sahabat pencetak gol terbanyak kami Christian Benitez,” kata federasi.

El Jaish mengatakan, “Klub mengucapkan turun berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga dan famili pemain itu.” “Pemain itu tampil bersama tim kami untuk pertama kali pada pertandingan kemarin melawan Qatar Sports Club pada turnamen Piala Sheikh Jassem dan ia ketika itu tidak ada mengeluh sakit pada dadanya,” kata klub.

“Kepergiannya yang mendadak amat mengejutkan bagi kami semua pada pemain, staf teknis dan administrasi. Ia pemain yang hidupnya singkat. Ia kami anggap memiliki karakter moral yang tinggi,” kata klub.

Benitez bergabung dengan El Jaish dari klub Meksiko, America, yang memenangi Kejuaraan Clausura Meksiko pada Mei dan ia sebagai pencetak gol terbanyak dengan 30 gol pada musim 2012/13.

“Klub Sepak Bola America berduka dengan kepergian pemain idola itu dan kami mengucapkan turun berbelasungkawa dan ikut merasakan kepedihan keluarga Benitez Betancourt serta pada sepak bola Ekuador serta dunia sepak bola,” kata klub dalam pernyataan mereka.

Benitez, dengan nama julukan ‘Chucho’, mulai dikenal sebagai pemain hebat pada Piala Dunia 2006 di Jerman dan ia menolong Ekuador lolos ke final turnamen tahun depan di Brazil dan tampil terakhir ketika melawan Peru di Lima, Juni lalu.

Lawannya dalam babak penyisihan, seperti pemain Argentina Pablo Zabaleta dan Radamel Falcao dari Kolombia mengirim ucapan duka dan kesedihan mereka melalui pesan Twitter, dengan menulis, “Kami kehilanganmu Chucho”.

Benitez menghabiskan waktunya pada musim 2009-10 dengan disewa Birmingham City pada kompetisi Liga Utama Inggris dan klub itu mengatakan mereka akan melakukan acara khusus tentang kematian pemain itu dalam pertandingan Kejuaraan, Sabtu, saat melawan Watford di St Andrew’s.

Mantan sahabatnya di tim Birmingham, Craig Gardner, kini di Sunderland, mengirim Twitter, “Tidak percaya mendengar Christian Benitez meninggal. Saya ingat ketika bermain amat enak dengan dia. Ia amat mahir di lapangan. Salam saya pada semua familinya.” Benitez mencetak empat gol dalam 36 penampilan selama bermain dalam kompetisi liga di Inggris. (RH/ANT)