Ahsan/Hendra Target Juara di China

Foto: badmintonindonesia.org

Jakarta, Sayangi.com– Menjuarai tiga turnamen bergengsi tahun ini, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi salah satu senjata Indonesia dalam membidik gelar di World Championships 2013. Pasangan rangking enam dunia ini ditargetkan untuk meraih di turnamen yang akan berlangsung pada 5-11 Agustus 2013 di Guangzhou, Cina.

 
“Targetnya memang juara, tapi kami mau fokus dulu satu demi satu pertandingan. Kami tidak mau target dijadikan beban. Sekarang Kejuaraan Dunia dilangsungkan tiap tahun, jadi rasanya sama saja seperti turnamen superseries lainnya” ujar Hendra yang dijumpai di Pelatnas Cipayung.
 
Berdasarkan hasil undian World Championships 2013, Hendra/Ahsan berpeluang untuk jumpa rekan senegaranya, Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra yang mengalahkan mereka di Swiss Open Grand Prix Gold 2013 lalu.
 
“Kami siap mau melawan siapa saja, termasuk teman sendiri. Tentunya akan lebih sulit ketemu teman sendiri, karena sudah tahu kekuatan dan kekurangan masing-masing” ujar pemain kelahiran Pemalang, 25 Agustus 1984 ini.
 
Di babak perempat final, Hendra/Ahsan kemungkinan besar dituggu Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun, unggulan pertama asal Korea. Meskipun tiga pertemuan mereka selalu berakhir dengan kemenangan Hendra/Ahsan, namun pasangan juara Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013 ini tak mau menanggap remeh lawannya tersebut.
 
“Walau kami menang 3-0, tapi tidak boleh sombong. Mereka pasti belajar dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pokoknya jangan sampai skornya menjadi 3-1” tambah Hendra.
 
Selain Hendra/Ahsan dan Kido/Alvent, Indonesia memiliki dua wakil ganda putra lainnya yang akan berlaga di World Championships 2013. Mereka adalah Angga Pratama/Rian Agung Saputro dan Hendra Aprida Gunawan/Yonathan Suryatama Dasuki.

Sementara itu pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan permainan Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan sudah semakin matang jelang laga mereka di turnamen bulu tangkis bergengsi Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China, 5-11 Agustus mendatang.

“Ahsan-Hendra mengalami peningkatan. Kalau di Indonesia Terbuka kemarin mereka masih banyak kesalahan sekarang sudah lebih matang. Mereka bermain lebih tenang, lebih efisien, tidak terburu-buru,” kata Herry di sela buka puasa bersama keluarga PBSI di Jakarta, Senin (29/7) malam.

Ahsan-Hendra menjadi salah satu harapan Indonesia selain ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir untuk bisa memboyong gelar juara di Kejuaraan Dunia.

Laga mereka di turnamen tersebut akan menjadi penampilan perdana sejak duet Ahsan-Hendra dibentuk Oktober tahun lalu.

“Semoga puncak penampilan terbaik mereka dari persiapan selama ini saat di Kejuaraan Dunia,” harap Herry.

Di babak perempat final, Ahsan-Hendra kemungkinan besar ditunggu Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun, pasangan nomor satu dunia. Kekalahan tiga kali pasangan Korea itu dari Ahsan-Hendra patut diwaspadai sebagai antisipasi serangan “balas dendam” dari mereka kepada ganda Indonesia tersebut.

“Tetapi fokusnya tidak sama pasangan Korea itu saja karena ini Kejuaraan Dunia, kejuaraan bergengsi, pasti semua pemain disiapkan maksimal. Ahsan-Hendra tidak boleh lengah sejak awal, karena biasanya bisa tersandung dengan yang tidak disangka. Orang biasanya tersandung dengan batu yang kecil bukan batu yang besar,” jelas Herry.

Untuk mewaspadai semua lawan yang berpeluang bisa bertemu dengan Ahsan-Hendra, Herry pun sudah mengajak Ahsan-Hendra mempelajari pola permainan musuh-musuh mereka.

“Setiap musuh kita pelajari pola permainannya dari video,” kata Herry. (RH/ANT)