Mamnoon Hussain Terpilih Menjadi Presiden Pakistan

Foto: www.thenews.com.pk

Islamabad, Sayangi.com – Pungusaha Mamnoon Hussain pada Selasa dipilih menjadi presiden ke-12 Pakistan, menggantikan Asif Ali Zardari, yang masa jabatan lima tahunnya berakhir pada September, kata televisi pemerintah.

Anggota parlemen dari majelis rendah dan tinggi serta empat dewan provinsi menyetujui dalam pemilihan diikuti dua calon presiden negara dengan senjata nuklir itu.

Dalam tantangan yang dihadapi negara itu, belasan gerilyawan Taliban bersenjata berat menyerbu satu penjara di daereh barat laut Senin malam,yang menyebabkan lebih dari 24 narapidana melarikan diri.

Ekonomi mengalami stagnasi,krisis tenaga listrik harus diselesaikan dan hubungan dengan Amerika Serikat bertambah rumit oleh serangan-serangan pesawat tanps awak yang ditujukan pada gerilyawan Taliban dan Al Qaida.

Setelah beberapa menit pemungutan suara itu ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat, media pemerintah mengumumkan Hussain menang berdasarkan hasil-hasil tidak resmi. Hasil akhir diperkirakan akan diumumkan pada Selasa petang.

Hussain, pengusaha berusia 73 tahun dan sekutu dekat Perdana Menteri Nawaz Sharif di pusat keuangan Pakistan, Karachi dipastikan menggantikan Zardari.

Partai Rakyat Pakistan (PPP) yang dipimpin Zardari, yang kalah telak dalam pemilu Mei, memboikot pemilihan Selasa itu karena memprotes bahwa pemungutan suara dipercepat dari 6 Agustus tanap dikosultasikan dengannya.

Satu-satunya kandidat lain adalah pensiunan hakim Mahkamah Agung Wajihuddin Ahmed, yang dicalonkan oleh partai Pakistan Tehreek-e-Insaf, partai terbesar ketiga di parlemen dan dipimpin pahlawan kriket, Imran Khan.

Sehari menjelang pemilihan itu, Hussain mengemukakan kepada pertemuan Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N), di Islamabad bahwa kantor itu adalah satu simbol federasi Pakistan dan berikrar akan mengabdi kepada negara dan rakyatnya.

Hussain memperoleh kekayaan dari pabrik tekstilnya adalah mantan ketua Kamar Dagang dan Industri Karachi (KCCI). Amendemen-amendemen konstitusi yang disetujui pemerintah PPP membuat jabatan presiden itu hanya satu jabatan seremonial, satu status terikat oleh fakta bahwa Hussain tidak banyak punya pengaruh.

Sharif meraih kemenangan dalam pemilu Mei, yang merupakan pertama kali satu pemerintah sipil Pakistan menyelesaikan jabatan penuhnya di kantor dan menyerahkan kekuasaan pada pemenangan pemilu. (RH/ANT)