Terkait Sektor Keuangan, OJK Terima 2.500 Aduan

Foto: ANT

Jakarta, Sayangi.com – Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Setiono mengungkapkan, OJK telah menerima pengaduan sebanyak 2.500 panggilan telepon dari masyarakat, sejak call center OJK dibuka pada 21 Januari 2013 hingga Juli 2013.

Menurut Kusumaningtuti (Tuti) dari jumlah total pengaduan, sekitar 80 persennya adalah permintaan informasi.

“Macam-macam ya, masyarakat menanyakan tentang pembiayaan, asuransi. Paling besar komplain ketidakjelasan asuransi. Tapi sebagian sudah diselesaikan,” ujarnya di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (30/7/2013)

Dijelaskan olehnya, masyarakat yang mengadu kepada OJK itu banyak. Per 3 Juni 2013, via telpon masyarakat yang meminta informasi sebanyak 73 persen (1.009 panggilan), pengaduan 18 persen (243 panggilan) dan penyampaian informasi sebesar 9 persen (123 panggilan).

“Sedangkan dari pengaduan 18 persen atau 243 panggilan terdapat aduan masyarakat ke kami tentang perbankan sebanyak 52 panggilan, 9 itu mengenai pasar modal, 158 panggilan itu Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), dan lain-lainnya sebanyak 24 panggilan,” jelasnya.

Menurut Tuti, banyaknya jumlah aduan masyarakat ke OJK itu menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengetahui segala macam hal mengenai jasa keuangan. (VAL)