Pemudik ‘Bikers’ Marakkan Jalan Trans Kalimantan

Foto: Antara

Sampit, Kalteng, Sayangi.com – Arus mudik para bikers atau pengguna kendaraan roda dua mulai ramai meninggalkan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyusuri Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan.

Pantauan di lapangan, Rabu (31/7), arus mudik pengendara sepeda motor mulai terlihat ramai. Tujuan terbanyak arah Kota Palangka Raya, meski sebagian ada juga yang menuju Pangkalan Bun dan Seruyan.

Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan memang jalur darat utama yang membentang antara Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Pemudik dari Kotim sebagian besar menuju arah Kalimantan Selatan.

Sekadar diketahui, sebagian besar warga Kotim dan daerah lainnya di Kalteng merupakan warga keturunan Banjar sehingga saat lebaran mereka mudik ke Kalimantan Selatan. Mereka biasanya memilih waktu mudik saat subuh sehingga sudah tiba di Banjarmasin pada sore hari.

“Habis sahur itu langsung berangkat, enak karena jalanan masih sepi. Shalat subuh mampir di jalan, setelah itu lanjut. Selama di perjalanan biasanya mampir istirahat, sebelum buka puasa sudah sampai Banjarmasin,” kata Rizal, warga yang hendak mudik ke Banjarmasin.

Mengantisipasi meningkatnya pemudik yang menggunakan jalur darat, Polres Kotim meningkatkan patroli dan memaksimalkan posko-posko yang dibangun untuk pengamanan dan pelayanan.

“Hasil survei ditemukan beberapa titik yang diindikasikan bisa menghambat arus lalu lintas mudik lebaran, yaitu di daerah Kotabesi, Cempaka. Ruas jalan Bagendang memang ada beberapa titik yang belum baik, itu juga jadi perhatian kami,” kata Kapolres Kotim, AKBP Himawan Bayu Aji.

Untuk diketahui, jalan di Kecamatan Kotabesi dan Cempaka Kecamatan Cempaga, merupakan jalan yang masuk dalam ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan. Ruas jalan yang sebagian dalam tahap perbaikan ini menghubungkan antara Sampit dengan sejumlah kabupaten/kota di Kalteng hingga tembus ke Kalimantan Selatan.

Sementara itu, ruas jalan Sampit-Bagendang merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kotim dan Seruyan. Kerusakan ruas jalan ini sudah sering dikeluhkan masyarakat karena hingga kini belum ditangani hingga tuntas sehingga sering kembali rusak.

Menyikapi masalah ini, Polres sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar kerusakan jalan segera diperbaiki sehingga arus lalu lintas tidak sampai terganggu, terlebih saat puncak arus mudik mulai H-7 lebaran.

Himawan mengimbau kepada pengelola angkutan dan pemudik untuk memerhatikan kondisi kendaraan. Sopir maupun pemudik diingatkan untuk menaati aturan lalu lintas dan tidak memaksakan diri jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Arus mudik di Pelabuhan Sampit, Bandara H Asan, Terminal Patih Rumbih maupun lewat jalur darat. Arus mudik diperkiran akan meningkat mulai akhir pekan ini karena sudah memasuki masa cuti bersama. (HST/ANT)