Kelengkapan Jalur Mudik “Antinyasar” Sudah Terpasang di Jateng

Foto: Antara

Semarang, Sayangi.com – Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Provinsi Jawa Tengah Untung Sirinanto memastikan, semua kelengkapan jalur alternatif sudah dipasang untuk memudahkan para pemudik melintas.

“Semua kelengkapan jalur alternatif seperti rambu-rambu dan papan penerangan tambahan sudah dipasang sehingga para pengguna jalan yang melintas di Jateng tidak tersesat,” katanya di Semarang, Rabu (31/7). Menurut dia, secara umum semua jalur alternatif yang ada di Provinsi Jateng siap digunakan para pemudik, baik yang tujuan provinsi setempat atau yang hanya melintas ke provinsi lain.

Ia menjelaskan, selain penggunaan jalur alternatif, perlu adanya pembagian waktu atau “time distribution” keberangkatan pemudik dari Jakarta untuk mengurangi kepadatan arus mudik di jalur utama. “Jika ada pembagian waktu keberangkatan pemudik atau dengan kata lain tidak berangkat bersamaan maka hal itu akan sangat membantu agar kapasitas jalan tidak ‘overload’,” ujarnya.

Terkait dengan pembagian waktu keberangkatan pemudik tersebut, katanya, Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media massa.

Dalam kesempatan tersebut, Untung juga mengatakan bahwa jembatan timbang akan ditutup pada H-7 hingga H+7 Lebaran dan difungsikan sebagai tempat istirahat bagi pemudik. “Kendaraan berat tidak boleh beroperasi di jalan mulai H-4, kecuali yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat dan antaran pos,” katanya. Terkait dengan larangan tersebut, katanya, pemerintah memberikan dispensasi khusus tanpa dipungut biaya untuk truk pengangkut peti kemas yang berhubungan dengan kegiatan ekspor-impor.

“Syarat dispensasi itu adalah pengemudi truk dapat menunjukkan surat manifes dan keterangan lainnya yang menyebutkan bahwa barang yang diangkut harus dikirim ke tempat atau negara lain,” ujarnya. (MSR/ANT)