“Penerobos Busway” Bukan Putra Kapolri, Tapi Anak Pengusaha Karet

Foto: wordpress.com

Jakarta, Sayangi.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih meneliti kelakuan Febri Suhartoni (18) yang mengaku-aku sebagai anak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo.

Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Agus Rianto mengatakan, kelakuan Febri yang mengaku sebagai anak jenderal, dengan memberikan kartu nama Jenderal Timur Pradopo masih ditelusuri. Polri akan memastikan, apakah kartu itu buatan sendiri atau pemberian.

“Kartu nama mudah dibikin atau dikasih,” ungkap Agus, kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (31/7). Namun Agus memastikan, Febri bukan anak Jenderal Timur Pradopo. Ayahnya Devi Suhartoni (43) seorang petani karet di Kalimantan. “(Pengakuan) yang bersangkutan mengaku anak pimpinan kami, tidak benar. Bahkan, kendaraan  pun saat lakukan penelusuran, tidak ada keluarga (Jendral Timur) yang disebutkan punya kendaraan itu,” terangnya.

Agus juga memastikan, polisi sedang telusuri motif Febri mengaku sebagai anak jenderal dan memaksa petugas TransJakarta membuka palang lintasan busway. “Apakah sekadar menakuti security busway atau ada motif lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Febri Suhartoni (18), seorang pengemudi Honda Jazz, mengaku sebagai anak jenderal dan memaksa petugas TransJakarta membuka palang lintasan busway. Padahal, berdasarkan penelusuran, Febri ternyata anak Devi Suhartoni (43), petani karet yang sukses di Kalimantan. Febri dikuliahkan ayahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti.

Peristiwa penerobosan jalur busway itu terjadi pada Selasa (30/7) siang kemarin di halte Galur. Saat itu, Febri memaksa petugas bus TransJakarta untuk membuka portal. Sambil menunjukkan kartu nama Kapolri, Febri mengaku sebagai anaknya Timur Pradopo. (MSR)