Kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok tak Kunjung Terurai

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Proses pembongkaran muatan kontainer berikut pemindahannya di Pelabuhan Tanjung Priok terganggu oleh kemacetan. Kemacetan ini banyak terjadi di bagian dalam pelabuhan.

“Dari proses pembongkaran barang sampai penimbunan kontainer, baik di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) YOR (yard occupancy ratio)-nya tinggi, TPS ke TPS lain jalan dalam Priok macetnya minta ampun. Di sana mereka satu kilo meter itu butuh 15 jam,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Mahendra Siregar di Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Sementara pada bagian luar menuju pelabuhan Tanjung Priok juga masih terjadi kemacetan, meskipun tidak terlalu parah. Hal ini disebabkan adanya kegiatan penggalian lubang yang dilakukan secara bersamaan.

“Banyak galian lubang yang dilakukan secara bersamaan, seperti penggalian untuk kabel listrik, kabel telepon, aliran air. Itu kalau dilakukan bersamaan kan bikin jalanan dan truk itu lagi-lagi macet,” katanya.

Menurutnya, seharusnya ada koordinasi dalam melakukan penggalian, setidaknya tidak dilakukan secara bersamaan, baik waktu maupun lokasinya, agar lalu lintas tidak terganggu.

Ia mengaku pihaknya sudah meminta pihak terkait untuk bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan ini. Alasannya karena kegiatan penggalian tersebut sangat mengganggu aktivitas truk yang akan masuk ke pelabuhan.

“Tiga penyedia utilitas yang punya galian, besok ditutup dulu galiannya. Bergerak dari custom, sekarang galian juga diselesaikan,” jelas Mahendra, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan.

Jika belum dapat diselesaikan, ia minta kegiatan penggalian tersebut ditunda, setidaknya sampai kondisi pelabuhan berangsur normal.

“Sekarang kita harapkan semua lini jalan di bawah pengerjaan jalan tol sudah di-overlay lebih baik, diperbesar 500 meter karena sudah penyelesaian. Di sebelah sana (arah pintu masuk pelabuhan) walaupun jalan belum lebar, tapi sudah tidak bolong-bolong.”