Pertandingan Bola, Tradisi Unik Lebaran di Maluku

Foto: jpnn.com

Tulehu, Sayangi.com – Jika masyarakat Pontianak menggelar tradisi Meriam Karbit di kawasan Sungai Kapuas, lain halnya yang dilakukan masyarakat Tulehu di Maluku Tengah. Masyarakatnya terbiasa menggelar laga pertandingan sepak bola untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Tak heran, warga Desa Tulehu terkenal sebagai penggila bola. Bahkan untuk laga pertandingan yang mereka sebut dengan Laga Ekshibisi Lebaran ini, pemain-pemain bintang yang berasal dari desa tersebut yang tinggal jauh di luar Maluku, sengaja pulang kampung untuk berpartisipasi dalam hajatan itu.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Lapangan Matawaru di Desa Tulehu akan penuh sesak oleh warganya yang akan menyaksikan pertandingan bola antara Tulehu dengan desa-desa lainnya. Laga ekshibisi tersebut biasanya digelar mulai hari pertama lebaran hingga 4 atau 5 hari setelah lebaran. Setiap harinya akan ada pertandingan bola antar club bola diseluruh wilayah Maluku Tengah.

Menurut sejarahnya, tradisi gelar laga sepak bola saat lebaran ini sudah berlangsung sejak 16 tahun lalu. Kala itu Mustafa Umarella dan Ibrahim Lestaluhu, 2 pemain asal Tulehu yang berjaya di dunia sepak bola menjadi salah satu inspirator dari lahirnya tradisi tersebut.

Tak jarang pemain tim nasional sekelas Ramdani Lestaluhu, Hasim Kipuw (keduanya Persija ISL), dan Hendra Adi Bayauw (Persija IPL) ikut meramaikan laga ekshibisi Lebaran tersebut. Syahdan, laga tersebut selalu mengundang antusiasme warga untuk menontonnya. Bukan hanya sekedar bermain bola, laga tersebut juga sebagai ajang silahturahmi dan acara saling maaf-maafan di Hari Raya. (FIT/berbagai sumber)