Mahfud MD : Kalau Terlalu Parah, Pilihannya Ya Kudeta

Foto : Emil Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Kondisi negara yang karut marut ini sebagai akibat tumbuh suburnya penyimpangan di tubuh aparat penegak hukum.

Demikian pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat didaulat menjadi narasumber dalam Diskusi Nasional Kosgoro di Wisma Mas Isman, Jl. Teuku Cik Di Tiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).

Hadir dalam acara itu, antara lain Ketua Umum Pemuda Bhudis Lieus Sungkharisma, mantan Ketua Umum PPK KOSGORO Triyanto, Wakil Ketua Umum PPK KOSGORO AM. Abdullah, Ketua Umum Group Diskusi Nasional PPK KOSGORO Uncu M. Natsir alias Bang Uncu yang juga bertindak sebagai moderator, Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Keadilan Burzah Zainubi, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Penyimpangan itu, tandas Mahfud, sudah menjadi kebiasaan praktek hukum yang justru kerap dilakukan oleh Hakim, bahkan di tingkat Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi dalam sistem hukum Indonesia.

Selain itu, lanjut Mahfud, muncul pula beragam pengabaian prosedur hukum sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Anehnya pula, misal ketika Jaksa tidak mengekskusi putusan hakim, Jaksa yang bersangkutan tidak mendapat sanksi apapun,” terang Mahfud.

Mahfud MD juga tidak menutup mata atas berkembangnya praktek jual beli perkara. “Pasal hakim itu pasal duit, siapa yang kuat di situ pasal kebenarannya,” ungkap Mahfud.

Terkait carut marutnya pemerintahan, jelas Mahfud, sebab pemerintah tidak memiliki akuntabilitas (pertanggung-jawaban : red) terhadap kepentingan publik. Padahal mestinya, sambung Mahfudz, mestinya pemerintah memiliki kesadaran kolektif.

“Hanya dengan kesadaran kolektif itu pemerintahan di Indonesia ini akan baik,” tegas Mahfud.

Dan rakyat sendiri, papar Mahfud, bukannya tidak mengerti kondisi karut-marut di Republik ini, tapi belum ke ranah gerak.

Pilihannya, sambung Mahfud, apakah kita biarkan saja kebobrokan ini, sampai nanti (pada saatnya) meledak sendiri.

“Kalau sudah sangat parah, pilihannya ya kudeta militer, negara harus diselamatkan,” beber Mahfud.

Toh demikian, Mahfud MD masih berharap untuk memperbaiki negara ini harus dimulai dari Partai Politik.

Kesadaran kolektif itu, ujar Mahfud, bagaimana Partai Politik itu sehat.

Maka Pemilu 2014 nanti adalah merupakan momentum untuk memperbaiki negara.

“Kalau Partai Politik hanya semaunya sendiri, maka tunggu saja kehancuran negara,” ucap Mahfud. (MARD)