Mengenang Setahun Tragedi Limbang Jaya Berdarah

Foto: Facebook Anwar Sadat
Palembang, Sayangi.com – Mengenang satu tahun tragedi berdarah bentrokan antara petani di Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir dengan anggota Brimob Polda Sumsel terkait sengketa lahan pabrik gula dan perkebunan tebu milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII pada 27 Juli 2012, Wahana Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Perum LKBN Antara Biro Sumatera Selatan menggelar Diskusi Agraria dan Buka Bersama.
 
“Diskusi sengketa agraria tersebut penting guna mengenang peristiwa berdarah yang merupakan dampak sengketa agraria berkepanjangan di Kabupaten Ogan Ilir sejak tahun 1982, sehingga ke depan diharapkan peristiwa tersebut tidak terulang kembali” ujar Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel Anwar Sadat
 
Sekadar mengingatkan sengketa lahan setahun lalu itu telah menghilangan nyawa pelajar SD bernama Angga yang tewas mengenaskan ditembus peluru polisi, yang lainnya adalah Sudirman yang tertembak di lengan, Farida tertembak di bahu, Rusman tertembak di tangan kiri dan harus diamputasi.
 
Ditambahkan oleh Sadat, Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki cukup banyak perusahaan perkebunan milik negara dan swasta berskala besar dalam proses pembukaan lahannya tidak sedikit yang bersengketa dengan masyarakat dan petani sekitarnya,  dan bahkan tak jarang pula menimbulkan bentrokan fisik. 
 
Diskusi ini, kata Sadat, akan menyerap masukan dari berbagai pihak agar menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan sengketa agraria di Kabupaten Ogan Ilir dan sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.
 
Sementara itu, Kepala Perum LKBN Antara Biro Sumatera Selatan Indra Gultom mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan permasalahan sengketa agraria yang dihadapi masyarakat dan petani di daerah ini, apalagi telah menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka serta cukup banyak kerugian harta benda.
 
Permasalahan sengketa agraria perlu mendapat perhatian dari semua pihak dan perlu segera dicarikan jalan keluarnya, karena jika dibiarkan bukannya tidak mungkin peristiwa berdarah di Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan IIir akan terulang lagi, bahkan bisa juga terjadi di kabupaten dan kota lain yang terdapat sengketa agraria.
 
“Untuk mencari solusi yang tepat dan menciptakan kondisi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Sumsel, Perum LKBN Antara sebagai kantor berita milik negara akan terus mendukung kegiatan diskusi atau usaha yang dapat membuat kehidupan masyarakat damai dan lebih sejahtera,” katanya. (ANT)