Militer Mesir: Demonstrasi Harus Berhenti

Foto: willyloman.wordpress.com

Kairo, Sayangi.com – Militer mesir, yang mendukung pemerintah, memerintahkan polisi untuk mengakhiri aksi protes yang dilakukan pendukung Presiden Mesir terguling Mohammed Morsi di ibukota Kairo. “Kabinet memutuskan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menghadapi resiko dan mengakhiri aksi mereka,” kata pejabat terkait dalam pengumuman di televisi.

Pernyataan tersebut mendefinisikan demonstrasi lanjutan ini sebagai “sebuah ancaman keamanan nasional”. Tiga pemimpin Ikhwanul Muslimin juga telah dibawa ke pengadilan dengan tuduhan menghasut kekerasan.

Pendukung Morsi sudah melakukan aksi duduk dalam beberapa pekan terakhir sejak presiden Mesir itu digulingkan pada 3 Juli kemarin, hanya berselang satu tahun sejak terpilih. Mereka menolak ancaman militer sebelumnya untuk membubarkan aksi, meskipun bentrokan mematikan terjadi dengan pasukan keamanan.

Menteri Informasi Mesir Dorreya Sharaf el-Din memberi pernyataan di televisi. Protes terpusat di lapangan dekat masjid Rabaa al-Adawiya di bagian timur laut ibukota, di mana bentrokan pecah pada Sabtu (27/07) menyebabkan 70 orang tewas dan dan di lapangan Nahda dekat kampus utama Universitas Kairo.

“Keberlanjutan dari situasi berbahaya di Rabaa al-Adawiya dan Nahda, dan aksi teror yang terus meneru, serta blokade jalan jalan tidak lagi diterima karena ancaman keamanan nasional,” kata Menteri Informasi Dorreya Sharaf el-Din dalam pernyataan di televisi. Dia mengatakan polisi sudah ditugaskan untuk mengakhiri unjuk rasa “sesuai hukum dan konstitusi”.

Pemerintahan interim sebelumnya memberi peringatan bahwa segala pelanggaran hukum akan ditindak “tegas”. Seorang juru bicara Ikhwanul mengatakan kepada BBC pendukungnya tidak memiliki pilihan selain tetap tinggal. Dia mengatakan keputusan untuk membubarkan kamp sudah diambil oleh “sekumpulan geng yang mengambil alih negara dan mencoba untuk menipu warga yang memiliki hak berdemokrasi”.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, yang berhasil menemui Morsi mengatakan presiden tersingkir itu kini baik-baik saja dan ditahan dalam sebuah fasilitas militer. (FIT/bbc)