IPW: Wakapolri Baru Harus Perkuat Pengawasan Internal

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai tugas wakil kepala kepolisian (Wakapolri) ke depan cukup berat. Munculnya kasus korupsi Simulator SIM dan adanya aliran dana Rp 1,5 miliar ke Irwasum telah menghancurkan wibawa para jenderal, baik di mata jajaran bawah Polri maupun di masyarakat. Polri dinilai menjadi kehilangan nilai-nilai dan figur keteladanan.

IPW menyimpulkan, kedua kasus itu menunjukkan lemahnya pengawasan internal Polri. Kasus tersebut membenarkan teori gunung es bahwa para jenderal sudah mengkoptasi institusi Polri untuk kepentingan pribadi demi memperkaya diri, kata Neta di Jakarta, Kamis (1/8)

Neta mengimbau agar Wakapolri baru yang akan dilantik besok yaitu Komjen Oegroseno, bekerja keras menata kekacauan tersebut untuk memulihkan citra kepolisian dan mendapatkan kembali kepercayaan dari masyarakat. Menurut Neta, ada tujuh poin yang harus dibenahi Wakapolri baru. Pertama, sebagai ketua Wanjakti, Wakapolri harus selektif dalam menempatkan figur-figur yang akan memegang jabatan strategis, seperti kapolres, kapolda, dan lain-lain.

Kedua, figur-figur yang tidak becus, tidak punya integritas, dan hanya mencari muka untuk memperkaya diri harus digusur dari jabatannya. Ketiga, membersihkan mafia proyek dari tubuh Polri. Tipikor Polri harus diarahkan untuk memprioritaskan memburu korupsi di internal Polri. Tipikor jangan bersikap “semut di seberang lautan kelihatan tapi gajah di depan mata tak kelihatan”. Keempat, Propam harus proaktif mengawasi polisi-polisi brengsek.

Kelima, Wakapolri baru perlu mendorong Kapolri untuk menata sistem pengawasan internal dan sistem rekrut serta sistem pendidikan Polri. Buruknya sistem pendidikan Polri, terutama di tingkat bawah telah membuat terjadi benturan terus menerus antara polisi dengan masyarakat. Sejak tiga tahun terakhir, jumlah kantor polisi yg dirusak dan dibakar warga terus meningkat.

Keenam, setelah melakukan pembenahan internal dgn maksimal, baru kemudian Wakapolri memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya. Ketujuh, Wakapolri baru harus mampu menjadi figur teladan bagi jajarannya dan jangan menjadi figur munafik yang membuatnya akan dilecehkan jajarannya. (HST)