Serius, Nyawa Nazaruddin Kian Terancam

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Pengacara Nazaruddin Elza Syarief percaya, nyawa kliennya kini diincar banyak orang. Keberanian Nazar untuk berkicau (lagi) sempat membuatnya menginap di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi, usai pemeriksaan semalam.  

Elza boleh jadi benar, ancaman terhadap nyawa Nazaruddin kali ini lebih serius. Nazar semalam lebih berani. Ia seperti tak pernah kehabisan amunisi, ketika semalam “bomnya” meledak lagi.

Alasan resmi mengapa Nazaruddin diinapkan di KPK semalam, seperti disitir Juru Bicara KPK Johan Budi adalah lantaran masih ada hal-hal yang ingin ditanyakan oleh para penyidik. Namun sumber Sayangi.com menyebut, sejak kicauan Nazar tersebar di media semalam, ancaman terhadap nyawa Nazaruddin mulai tercium oleh pihak KPK. Tak ayal, Nazaruddin pun diinapkan sementara di Rutan.

Apalagi Nazar diketahui bertekad mengungkapkan semua yang diketahuinya kepada KPK. Dia juga menyebut, akan membuka kasus-kasus yang jauh lebih besar, janji yang diucapkan kepada para wartawan yang berkumpul di Gedung KPK. “Saya juga berjanji pada rakyat Indonesia akan buka semua kasus-kasus yang saya tahu, proyek-proyek besar yang saya tahu, akan saya buka,” tegasnya. Ini makin menguatkan dugaan, nyawa Nazaruddin memang kian terancam.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semalam, Rabu (31/7) sekitar pukul 20.00 WIB kembali memeriksa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Seusai pemeriksaan, Nazaruddin berkicau di depan wartawan, dengan menyebut sejumlah proyek yang dikatakannya sebagai “proyek bagi-bagi uang”, yang diperkirakan bakal menyeret sejumlah nama beken di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  

Di depan wartawan di Gedung KPK, Nazaruddin menyebut setidaknya ada 11 skandal proyek yang dibukanya ke KPK. Proyek-proyek itu diantaranya program e-KTP, pembelian pesawat Merpati, proyek di Kementerian Pendidikan, proyek seragam Hansip Mendagri, pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi, pembangunan Gedung Pajak, pengadaan simulator SIM, PLTU di sejumlah daerah, dan Hambalang.

Nama-nama yang lantang disebut oleh Nazaruddin di hadapan puluhan wartawan adalah Bendahara Partai Golkar Setya Novanto, Anas Urbaningrum, dan Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey. Namun diduga, kicauan Nazaruddin bakal menyeret sejumlah nama “beken” lain, seperti politisi PDIP Trimedya Panjaitan, anggota DPR Bambang Soesatyo, anggota Komisi III Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi VI DPR Benny K. Harman, dan anggota Fraksi PDIP di DPR Herman Heri. (MSR)