Mabes Polri: Dayat dan Eko Sudah Jadi DPO

Ilustrasi: Thefeejerytheory.com

Jakarta, Sayangi.com – Mabes Polri memastikan, teroris Tulungagung yang tewas oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror, Dayat dan Eko, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena menjadi pelaku perakit serta peledakan bom di beberapa gereja di Jawa.

Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Agus Rianto mengatakan, bahwa kedua orang ini (Dayat dan Eko), sesuai data merupakan DPO terkait jaringan teroris. Ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

Hidayat, merupakan DPO sejak Maret 2012, yang bersangkutan termasuk yang ikut serta pelatihan militer di Poso, penyandang dana kelompok Poso termasuk kelompok Santoso, untuk pembelian senpi dan latihan militer di Poso. Saat ditangkap beberapa waktu lalu, ada senjata api revolver. Sementara itu Eko, DPO sejak 2011 terlibat kegiatan kelompok Klaten, Solo, Sukoharjo, pimpinan Roki Aprisdiant atau Atok.

Eko membuat bom untuk tiga kelompok itu, juga terlibat pada peletakan bom di Gereja Katolik Kristus Raja Sukoharjo bersama Nugroho dan Budi Santoso yang saat ini sedang jalani hukuman. Ia juga terlibat peletakan bom di Gereja Gawok di Solo bersama Agung Santoso yang saat ini menjalani hukuman.

“Saat dilakukan penangkapan bersama Hidayat, bersama Eko ditemukan bom lontar atau mortir,” ungkap Agus, di Mabes Polri, Kamis (1/8).

Sementara itu, dua rekan Dayat dan Eko, yaitu Safari dan Mugi yang sempat ditangkap Densus 88 sudah dilepas Densus. Baik Safari dan Mugi belum terbukti terlibat dalam kelompok Dayat.

“Mereka (Mugi dan Safari) sudah saling kenal, namun keterkaitan dengan jaringan teoris, belum cukup kuat untuk ditingkatkan ke proses penyidikan sehingga dikembalikan ke keluarga,” pungkas Agus. (HST)