Dua Korban Dukun Muhyaro Mulai Terungkap

Foto: Antara

Semarang, Sayangi.com – Setelah melakukan penyeidikan  dengan intensif, polisi mulai menemukan titik terang dalam pengungkapan dua jenazah korban kasus penggandaan uang dan pembunuhan yang dilakukan Dukun Muhyaro dari lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, yang belum teridentifikasi.

Kepala Sub Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Sumy Hastri di Semarang, Kamis, mengatakan, kedua korban tersebut diduga bernama Sunaryo (39) dan Nurudin (49) berdasarkan laporan ke kepolisian.

Menurut dia, data tersebut didasarkan atas laporan kehilangan warga di Cilacap dan Temanggung.

“Pihak keluarga menyebutkan ciri-ciri yang sesuai dengan kondisi kedua jenazah tersebut,” katanya.

Dalam laporan tersebut, kata dia, Sunaryo teridentifikasi sebagai warga Kroya, Kabupaten Cilacap, sementara Nurudin merupakan warga Penggantan, Kabupaten Temanggung.

Keduanya diduga sudah saling mengenal sebelum pergi ke Windusari, Kabupaten Magelang, ke tempat Dukun Muhyaro.

Keduanya terakhir berpamitan ke pihak keluarga sekitar 22 bulan lalu.

“Kami sudah minta DNA anak Nurudin dan orangtua Sunaryo untuk dicocokkan,” katanya.

Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus penggandaan uang dan pembunuhan yang dilakukan Dukun Muhyaro, warga Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kabupaten Magelang, yang menewaskan tiga orang.

“Ditetapkan satu tersangka lainnya yang bernama Pono (bukan Budiyono seperti berita sebelumnya, red) alias Yanto,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Purwadi Arianto.

Tersangka yang saat ini sudah ditahan di Polda Jawa Tengah itu, kata dia, diduga kuat terkait dengan praktik penggandaan uang yang dilakukan Muhyaro. (ANT)