Dr. Febrian Himbau KPU Sumsel Agar Lebih Profesional Pada Pilgub Ulang

Foto: Antara

Palembang, Sayangi.com – Pemecatan salah seorang anggota KPU Banyu Asin merupakan pelajaran dan cambuk bagi KPU secara umum di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. Sebagai lembaga yang dibentuk pasca reformasi, KPU semestinya mematuhi azas-azas yang menjadi prinsip kerja mereka.

Demikian pendapat  Pengamat Politik Universitas Sriwijaya Palembang Dr Febrian terkait pemecatan anggota KPU Kabupaten Banyusin, Sumatera Selatan di Palembang, Kamis (1/8).

“Azas-azas kemandirian, integritas, amanah atau tidak, jujur atau tidak, adalah rambu-rambu yang menuntun ke arah profesionalisme, sebagai seorang komisioner KPU” kata Febrian.

Febrian menghimbau agar seluruh anggota atau komisioner KPU di Sumatera Selatan lebih profesional dan meningkatkan kinerja, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakannya pemungutan suara ulang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan pada 4 September 2013.

“Jadi, walaupun tidak masuk 20 besar pada seleksi calon anggota KPU Sumsel, tidak berarti mereka harus bekerja setengah hati”, paparnya.

Beberapa anggota KPU kabupaten dan kota  termasuk KPU  Sumatera Selatan beberapa waktu lalu mengikuti test KPU Sumsel, dan kebanyak tidak lulusm bahkan sebagai 20 besar. 

Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (11/7), memerintahkan KPU Provinsi Sumatera Selatan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan seluruh TPS di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

MK juga membatalkan Keputusan KPU Sumatera Selatan tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2013 pada 13 Juni 2013. (VAL/ANT)