Ahok: Tujuh Juta Satpol PP Takkan Cukup Jaga PKL

Foto: Ant

Jakarta – Sayangi.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyosialisasikan soal penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jatinegara sejak Senin (17/6/2013) hingga Rabu (17/7/2013). Namun para PKL sudah mulai terlihat kembali berjualan di sekitar trotoar di sekitaran Pasar Kemuning, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menilai, permasalahan PKL di kawasan Jatinegara diselesaikan jika hanya dijaga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurutnya, tidak mungkin Satpol PP menjaga jalan-jalan di kawasan tersebut untuk mengatur para PKL.

“Kalau mau pakai sistem “pagar kayu”, tujuh juta Satpol PP juga enggak bakal cukup menjaga semua jalan (di Jatinegara, red),” kata Ahok di Balai Kota DKI, Minggu (4/7/2013).

Solusi yang bisa dilakukan untuk menuntaskan masalah tersebut jelas Ahok, adalah dengan membangun tempat permanen sebagai alternatif tempat berjualan para PKL tersebut.

“Jalan satu-satunya kita harus bikin tempat permanen, karena tidak mungkin menjaga mereka untuk tidak berjualan kembali di tepi jalan. Kawasan Jatinegara itu kalau mau permanen, memang ya harus di sediakan tempat untuk mereka berjualan,” jelasnya.

Lokasi permanen sebagai relokasi PKL yang dimaksud Ahok itu adalah bangunan SMPN 14 Balimester, yang terletak di Jalan Matraman Raya. Di lokasi itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun tempat PKL berjualan. Rencana bangunan itu akan dimulai tahun depan, tepatnya pertengahan tahun 21014 setelah pemindahan sekolah tersebut selesai ke tanah milik Pemda di daerah Kayumanis, Jakarta Timur.

“Kalau sekolah SMPN sudah selesai bangunannya dipindah, baru nanti kita mulai bangunan untuk PKL kawasan Jatinegara. Guru-guru rata-rata sepakat, asal dibangunkan sekolah baru. Mengenai keadaan Jatinegara saat ini, kondisinya masih relatif sudah lebih baik, karena kemacetan hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja setelah adanya penataan,” jelas mantan Bupati Belitung Timur ini.

Lebih lanjut Ahok mengatakan bahwa, ke depannya penataan PKL di Ibu Kota akan semakin difokuskan agar lebih tertib dan tidak lagi mengganggu lancarnya lalu lintas.

“Bagi mereka yang bandel, kita akan lakukan pidana, karena mereka telah melanggar ketertiban umum dan lalu lintas,” pungkasnya.