Mulai 20 Agustus, Tiket KRL Jabodetabek Pakai Jaminan Rp5000

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – PT  KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengubah kartu single trip jadi Tiket Harian Berjamin (THP) mulai 20 Agustus 2013 mendatang. Kebijakan ini ditetapkan guna mencegah terulangnya kerugian akibat hilangnya 800.000 tiket KRL senilai lebih dari Rp3 miliar.

Dirut PT KCJ Tri Handoyo mengatakan bahwa pada pelaksanaan pertama tiket elektronik awal Juni lalu, KCJ rugi lebih dari Rp3 miliar, karena banyak tiket yang tidak kembali. Lantaran banyak penumpang yang keluar stasiun tidak melalui gate.

Berbagai pembenaran dikemukakan oleh para pengguna seperti alasan lebih efektif untuk langsung keluar stasiun karena lebih dekat jalan raya. Selain itu ada pula penumpang yang beralasan membawa pulang tiket single trip sebagai souvenir.

“Dengan sistem baru ini kami akan merapkan sistem uang jaminan Rp5.000 pada kartu sekali jalan. Yang mulai berlaku 20 Agustus mendatang,” ujar Dirut PT KCJ, Tri Handoyo, kepada wartawan di kantornya, di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Lebih lanjut Tri mengatakan, kartu baru tersebut berwarna putih, dan setiap penumpang tetap harus ke loket setiap akan melakukan perjalanan dengan menyerahkan uang jaminan. Yang merupakan di luar tarif perjalanan yang akan ditempuh penumpang.

“Uang jaminan tersebut tidak hilang atau hangus selama pengguna mengembalikan tiket tersebut atau refund atau pembelian rute perjalanan berikutnya. Atau perjalanan baru di loket stasiun sesuai yang berlaku,” tambahnya.

Apabila THP tidak dikembalikan pada hari yang sama, maka akan diberi tenggang waktu selama 7 hari atau seminggu, setelah hari pembelian terakhir. Misalnya calon penumpang yang ke Pasar Tanah Abang, hanya akhir pekan saja. Maka pekan berikutnya uang jaminannnya bisa dikembali di semua stasiun.

Selain itu uang jaminan pada THB berlaku selama seminggu. Uang jaminan akan hangus jika calon penumpang tidak melakukan tapping out pada perangkat E-Ticketing di gate out.

“Atau keluar tidak melalui pintu resmi atau dikenal dengan jalan tikus,” tambah Tri.

Tata cara penggunaan THB di Stasiun tujuan atau gate out juga berbeda dengan kartu single trip. Jika pada kartu sebelumnya harus dimasukan ke Card Slot Gate Out. Maka pada kartu baru ini atau THB cukup melakukan taping atau menempelkan kartu pada parangkat gate out.

“Kami berharap perubahan sistem kartu ini membuat para calon penumpang semakin nyaman, dan displin. Sehingga perjalan menjadi lancar dan aman. Untuk mengawasi agar penumpang masuk dan keluar pada pintu yang disediakan, kami mengerahkan banyak satpam untuk mengawasi dan memandu calon penumpang,” ujarnya. (HST)