Jelang “Malam Takbiran”, Penjualan Bedug Meningkat

Foto: sayangi.com/Reza

Jakarta, Sayangi.com – Mendekati Lebaran 2013, penjualan di sentra bedug Tanah Abang, Jakarta Pusat semakin meningkat. Pada penjualan Senin (5/8/2013), tiap pedagang rata-rata bisa menjual lebih dari lima bedug.
 
Somad (20), warga Petamburan, Jakarta Pusat, saat berbincang dengan sayangi.com, Senin (5/8/2013) mengatakan, penjualan hari ini meningkat 100 persen dibandingkan awal puasa kemarin.

Bahkan, jika menjelang malam takbiran, ia mengaku dapat menjual sekitar 10 bedug per hari dari berbagai ukuran.

“Alhamdullilah sudah mulai ramai,” kata Somad saat menjajakan bedug dagangannya di Jl KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Harga bedug bervariasi, tergantung ukurannya. Harga bedug kecil Rp100.000 dan ukuran sedang Rp450.000 ribu. Sementara ukuran bedug yang paling besar sekitar Rp6 juta dengan bahan kayu jati ditambah rak gantung. Sedangkan untuk kulit kambing kering dijual Rp50.000-Rp 100.000 per lembar tergantung ukuran kulit.

Selain menawarkan bedug berbagai ukuran, Idris juga menyediakan rak bedug dengan bahan bambu dan kayu jati serta kayu pinang. Sedangkan untuk rak bedug dijual Rp150.000-Rp200.000.

Pantauan sayangi.com di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur hingga proyek Tanah Abang terdapat sekitar 20 pedagang bedug dan kulit. Berbagai macam ukuran bedug dijual, mulai dari yang kecil dengan bahan tong plastik hingga yang besar dengan bahan kayu jati. Bedug pun dicat semenarik mungkin dan diberi hiasan ketupat lebaran warna hijau.

Untuk menarik pembeli, para pedagang memukul-mukul bedug secara bersamaan, memamerkan kualitas suaranya.

“Tadi ada dari Kimia Farma pesan tiga bedug yang kecil, katanya buat hiasan di lobi kantor mereka. Bedug di sini, kulitnya kami beli dari RPH Kambing di dekat Blok G, Pasar Tanah Abang. Semoga saja, semakin laris sampai malam takbiran nanti,” harap Somad.

Menurutnya, ukuran yang paling kecil paling laris. Lantaran ukurannye kecil, ringan dan harganya murah. Selain itu, mudah dibawa anak-anak di saat melakukan pawai takbiran.

Somad mengaku jika bedug yang dijualnya hanya dagangan bosnya. “Jika laku, kami sistem setor dan dapat komisi,” tambahnya.

Semoga saja, rezeki Somad dan 20 rekannya dalam berjualan Bedug, “senyaring” suara bedug yang ia jual, ketika ditabuh, pada malam takbiran nantinya. Amin! (MI)