Apakah Bom Vihara Ekayana adalah Bagian 250 Dinamit yang Hilang?

Foto: http://nootropicdesign.com/projectlab/2011/09/05/defusable-clock/

Jakarta, sayangi.com – Telah beredar kabar, bahwa bahan peledak yang mengebom Wihara Ekayana, Minggu (4/8) malam, adalah bagian 250 dinamit yang hilang beberapa waktu lalu. Apakah kabar ini benar?

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie mengaku, sekarang ini tim gabungan Polri, Mabes Polri tidak mau bespekulasi soal itu, sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa ledakan itu.

“Belum dapat disimpulkan (dari dinamit hilang), karena masih dalam penyelidikan tim gabungan,” ungkap Ronny, saat dihubungi wartawan, Senin (5/8).

Polri juga, lanjut Sompie,  belum mau menyimpulkan soal pelaku peledakan bagian dari kelompok Abu Umar, seperti yang diutarakan  pengamat teroris Al Qaidar.

“Polri belum dapat berasumsi yang bisa membawa arah penyelidikan jauh dari fokus perhatian, yang seyogyanya bermula dari fakta diperoleh di lapangan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua dus berisi 250 dinamit diketahui hilang dalam perjalanan dari gudang bahan peledak PT MNK Subang ke lokasi tambang PT Batusarana Persada di Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Sebelum tiba di lokasi tambang PT batusarana Persada, truk singgah ke gudang PT MNK di Marunda, Jakarta Utara. Lalu, berangkat lagi dengan dua truk, sehingga ada empat truk yang berjalan beriringan. Empat truk tersebut mengangkut bahan peledak dengan jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kilogram, dinamit 2.000 kilogram atau 80 dus, dan detonator listrik sebanyak 4.000 unit.

Setelah diselidiki, truk sempat berhenti atau singgah sebanyak lima kali. Pada Kamis (27/6), diketahui hilangnya dua dus berisi total 250 dinamit setelah dilakukan pengecekan di Bogor. Ada sobekan terpal yang menutup truk tersebut. Bahan peledak yang hilang berukuran 5 x 20 sentimeter dengan bentuk seperti sosis. (VAL)