HMI Semarang Harapkan Pemerintah Siapkan Transportasi Massal yang Nyaman

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Meskipun program mudik gratis mulai marak, namun tetap saja jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi masih tinggi. Hal itu disesalkan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Semarang. Mereka menilai pemerintah belum serius menekan jumlah pemudik dengan kendaraan pribadi.

Menurut Ketua Umum (Ketum) HMI Cabang Semarang, Alin Fithor, ketika dihubungi Sayangi.com, Senin (5/8/2013) malam, transportasi massal untuk mudik yang nyaman masih sulit terealisasi.

“Walaupun banyak instansi pemerintah, perusahaan swasta yang menawarkan mudik gratis, tetap saja pemudik lebih memilih kenyamanan. Masalahnya, dengan program mudik gratis, pelayanan dan kenyamanan menjadi nomor sekian”, kata Alin.

Sebagai mahasiswa yang berdomisili di daerah yang dilalui atau menjadi tujuan pemudik (Semarang), Alin cukup geram melihat angka kecelakaan pemudik yang tiap tahun terus bertambah.

Senada dengan itu, Ahmad Faiz, Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah(PPD) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Semarang juga mengharapkan adanya keseriusan kepala daerah untuk menciptakan transportasi umum yang humanis dan ramah lingkungan di daerahnya.

“Hal itu sangat diperlukan mengingat ketika musim lebaran, masih cukup besar pemudik yang membawa kendaraan bermotor pribadi” ujar Faiz.

Ditambahkan Faiz, selain meramaikan jalan raya, kendaraan pribadi juga berkontribusi cukup besar terhadap angka kecelakaan. Angka kecelakaan kendaraan bermotor pribadi masih relatif tinggi. Tahun lalu ada 908 Meninggal Dunia, 1.505 Luka Berat, 5.139 Luka Ringan, sedangkan moda lainnya tidak ada kecelakaan.

Selain masih ada budaya pamer atau gengsi, lanjut Faiz, sebenarnya kondisi transportasi umum yang tidak terjadwal, mahal, kumuh, dan aksesbilitas rendah, telah menjauhkannya dari penumpang setia yang selama ini kerap menggunakan angkutan umum beralih menggunakan kendaraan pribadi.

“Kepala daerah yang visioner dan berintegritas tinggi, telah terbukti dapat ciptakan transportasi perkotaan yang lebih bermartabat,” imbuhnya.

Faiz juga berharap pemerintah untuk menambah angkutan massal seperti kereta api maupun bus umum yang sangat diperlukan.

“Sebenarnya, jika kapasitas angkutan KA untuk mudik masih dapat ditambah lagi, dan harga tiket tidak meroket ketika lebaran, pemudik dengan kendaraan pribadi akan berkurang,” tandasnya. (VAL)