Universitas Brawijaya Coret Puluhan Peserta Bidik Misi

Malang, Sayangi.com – Sedikitnya 50 mahasiswa baru yang mendaftar melalui jalur beasiswa bidik misi di Universitas Brawijaya Malang dicoret karena antara data yang dikirimkan dengan data faktual berbeda.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Selasa (6/8), mengakui adanya pencoretan tersebut, namun mereka tetap bisa kuliah di UB dengan jalur reguler dan diharuskan membayar sesuai ketentuan.

“Mereka tidak dicoret dari statusnya sebagai mahasiswa baru, tapi dicoret dari bidik misi saja. Mereka tetap bisa kuliah, namun tetap membayar sesuai ketentuan, apakah mereka nanti masuk kategori I, II atau III,” tegasnya.

Yogi mengakui disamping banyak peserta bidik misi yang dicoret, ternyata juga banyak mahasiswa baru dari golongan kurang mampu, namun tidak memanfaatkan jalur bidik misi tersebut, sehingga menyulitkan panitia untuk menentukan kategori pembayaran uang kuliah tunggal (UKT)-nya.

Tahun ini UB mulai menerapkan UKT, sehingga mahasiswa baru tidak perlu membayar uang gedung pada awal perkuliahan. Namun, uang gedung tersebut dibayarkan bersamaan dengan SPP setiap semester.

Menyinggung kuota bidik misi UN tahun ini, Yogi mengatakan setiap tahun terus bertambah, bahkan tahun ini mencapai 1.700 mahasiswa atau bertambah 450 kursi dari kuota tahun lalu sebanyak 1.250 kursi.

Sementara Pembantu Rektor I UB Prof Bambang Suharto menambahkan kuota sebanyak 1.700 mahasiswa tersebut belum termasuk dari program afirmasi yang secara otomatis diterima.

“Program afirmasi di UB ini adalah mahasiswa yang berasa dari wilayah terluar, terdepan dan daerah tertinggal. Kalau tahun lalu seluruhnya dari Papua dan Papua Barat, tahun ini lebih bervariasi, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua,” kata Bambang.

Dan, lanjutnya, seluruh mahasiswa dari program afirmasi tersebut masuk kuota yang mendapatkan bidik misi. (HST/ANT)